Penyakit

Kudis (Scabies)

Kudis atau scabies merupakan suatu kondisi dengan rasa gatal pada kulit yang menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui kontak fisik. Skabies disebabkan oleh tungau atau kutu kecil yang disebut Sarcoptes scabiei. Tungau-tungau tersebut menggali liang menyerupai terowongan untuk bersarang di bawah lapisan kulit luar (epidermis) dan menimbulkan ruam kulit yang sangat gatal, serta dapat menimbulkan keropeng. Rasa gatal akan terasa, terutama pada malam hari saat suhu tubuh lebih hangat. Rasa gatal ini disebabkan reaksi alergi tubuh terhadap protein dan feses tungau. Karena itu, gejala gatal-gatal tetap bisa tersisa sampai kurun waktu tertentu meski tungau-tungau sudah dibasmi.

Tungau atau kutu kudis berasal dari hewan peliharaan, sehingga menjaga kebersihan hewan piaraan dan menghindari kontak dengan hewan liar amatlah penting. Mengingat tungau atau kutu ini bisa hidup beberapa waktu di luar tubuh manusia, kudis terkadang dapat menular apabila seseorang saling meminjamkan pakaian atau handuk dengan pengidap. Oleh sebab itu, dokter akan menganjurkan orang-orang yang pernah mengalami kontak dengan pengidap untuk ikut berobat, terutama pasangan atau anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pengidap.


Jika salah seorang anggota keluarga mengidap kudis, terdapat beberapa langkah mudah untuk mencegah penularannya. Dianjurkan menggunakan air panas untuk mencuci pakaian, handuk, serta seprai yang dipakai oleh pengidap, segera setelah proses pengobatan dimulai. Jangan lupa untuk menjemurnya di bawah terik matahari atau mengeringkannya dengan suhu panas yang tinggi dalam mesin cuci. Khusus untuk barang-barang yang tidak bisa dicuci, bungkuslah dengan rapat dalam plastik dan letakkan di tempat yang jauh dari jangkauan selama setidaknya 14 hari agar tungau-tungau mati. Kontak dengan orang-orang yang tinggal serumah juga sebaiknya dihindari sebisa mungkin hingga pengidap kudis pulih sepenuhnya.

Gejala yang timbul pada kudis yaitu rasa gatal yang semakin berat pada malam hari dan ruam pada area tempat tungau bersarang, yang umumnya muncul pada sela-sela jari, ketiak, pergelangan tangan, siku, sekitar payudara, sekitar puting susu, serta telapak tangan dan kaki. Demikian pula di sekitar selangkangan, bokong, lutut, dan sekitar organ intim. Pada bayi dan anak-anak, terdapat beberapa bagian tubuh lain yang biasanya juga mengalami ruam, yaitu kulit kepala, wajah, dan leher. Gejala biasanya muncul 6 minggu setelah pengidap terinfeksi. Namun, jika pernah mengalami kudis sebelumnya, gejala akan muncul lebih cepat, yaitu dalam waktu 2-3 hari.

Diketahui kutu berkaki delapan yang menyebabkan kudis pada manusia. Tungau atau kutu betina masuk ke bagian bawah kulit dan membuat terowongan sebagai tempat menyimpan telur. Telur menetas dan menghasilkan larva, lalu berpindah ke permukaan kulit dan dapat menyebar ke area lain di kulit penderita ataupun menyebar ke kulit orang lain. Rasa gatal kudis disebabkan reaksi alergi tubuh terhadap tungau atau kutu, telur, dan limbahnya.

Untuk mendiagnosis kudis, dokter akan menanyakan keluhan, riwayat kesehatan pasien, serta memeriksa gejala-gejala dan bentuk ruam akibat sarang tungau yang muncul di kulit. Diagnosis kudis akan lebih mudah dipastikan bila terdapat lebih dari satu anggota keluarga yang memiliki keluhan dan gejala yang sama. Apabila dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan diagnosis, dokter akan melakukan uji tinta serta kerok kulit.

Penanganan skabies dilakukan dengan mengatasi manifestasi atau gejala dengan menggunakan obat-obatan. Tersedia berbagai pilihan agen topikal seperti krim maupun losion yang dapat digunakan sesuai dengan resep dokter. Agen topikal biasanya dioleskan ke seluruh tubuh, mulai dari leher hingga bagian kaki, lalu didiamkan selama 8 jam. Dan dikarenakan kudis mudah menular dan menyebar, dokter biasanya akan menyarankan seluruh keluarga atau kerabat kontak terdekat dari pasien melakukan penanganan serupa. Premethrin, lindane, dan crotamiton merupakan contoh agen topikal untuk kudis.

Pastikan kulit kering dan bersih sebelum menggunakan obat topikal. Hindari pengolesan saat suhu kulit masih hangat (misalnya, sehabis mandi air hangat), karena obat oles akan cepat terserap tubuh sebelum menyerang sarang-sarang tungau. Ivermectin sebagai obat oral juga akan diresepkan oleh dokter untuk pasien yang tidak sembuh dengan obat oles, orang-orang dengan perubahan sistem kekebalan tubuh, atau pasien dengan kudis berkeropeng. Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil, menyusui, dan anak-anak dengan berat badan kurang dari 15 kilogram. Selain agen-agen di atas, untuk mengatasi rasa gatal akibat kudis, dokter terkadang juga memberikan beberapa obat lain, seperti krim steroid ringan, krim atau gel mentol, maupun antihistamin oral.

Direktori

    Proses...