Penggunaan
Ada banyak kegunaan dari bromelain, antara lain untuk:
1) Mengurangi pembengkakan, terutama pada hidung dan sinus, setelah operasi atau terluka.
2) Mengobati hay fever (alergi serbuk bunga).
3) Mengobati kondisi usus yang meradang dan luka.
4) Membuang jaringan yang rusak dan mati setelah pembersihan luka.
5) Mencegah penumpukan air pada paru-paru.
6) Melemaskan otot.
7) Menstimulasi kontraksi otot.
8) Meningkatkan absorpsi antibiotik.
9) Mencegah kanker.
10) Mempercepat proses kelahiran.
11) Membantu tubuh untuk membuang lemak.
(https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-895/bromelain)
Efek Samping
Bromelain pada umumnya aman jika digunakan dalam dosis yang tepat. Namun, suplemen ini juga dapat menyebabkan beberapa efek samping, seperti diare, rasa tidak nyaman pada lambung dan perut, serta muncul beberapa reaksi alergi pada pasien yang memiliki riwayat alergi.
(https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-895/bromelain)
Pemakaian Obat
Baca aturan pakai sebelum menggunakan suplemen ini dan konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter, terutama pada ibu hamil dan menyusui. Begitu pun pada pasien dengan riwayat alergi terhadap nanas, karet, gandum, seledri, pepaya, wortel, biji adas, serbuk bunga kurma, dan serbuk bunga rumput.
Bila akan melakukan operasi dalam waktu dekat, sebaiknya berhati-hati mengonsumsi bromelain karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Disarankan untuk menghentikan penggunaannya 2 minggu sebelum operasi. Jika ada informasi yang belum jelas seputar penggunaan bromelain, tanyakanlah kepada apoteker atau dokter.
(https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-895/bromelain)
Dosis
Pemberian dosis bromelain tergantung pada kondisi pasien. Pasalnya, masing-masing produk suplemen memiliki dosis bromelain yang berbeda.
Interaksi
Jika menggunakan bromelain bersamaan dengan amoxicillin, akan meningkatkan kadar amoxicillin dalam tubuh. Kemungkinan dapat terjadi peningkatan efek samping dari amoxicillin. Sedangkan bila digunakan bersamaan dengan antibiotik golongan tetrasiklin, dapat meningkatkan absorpsi dari antibiotik tetrasiklin. Antibiotik tetrasiklin yang berinteraksi dengan bromelain contohnya demeclocycline, minocycline, dan tetracycline.
Dan apabila digunakan bersamaan dengan obat antikoagulan atau antiplatelet, akan meningkatkan risiko memar dan perdarahan pada tubuh. Pasalnya, bromelain juga dapat memperlambat pembekuan darah. Contoh obat antikoagulan atau antiplatelet yang memiliki interaksi dengan bromelain adalah aspirin, clopidogrel, diclofenac, ibuprofen, naproxen, dalteparin, enoxaparin, heparin, dan warfarin.
(https://www.webmd.com/vitamins/ai/ingredientmono-895/bromelain)