Industri Farmasi & Kesehatan Memiliki nilai pasar yang sangat besar (diestimasi melampaui Rp150-200 Triliun) didorong oleh program JKN/BPJS Kesehatan dan kebutuhan obat nasional. Tapi, tahukah Geng Sehat, tidak kalah dari perkembangan industri farmasi dan kesehatan, ada stu industri yang mengalami lonjakan massif di tahun 2026, yaitu industri beauty dan personal care.
Nilai pasar industri beauty dan personal care di Indonesia diperkirakan mencapai US$10,55 miliar (sekitar Rp165 triliun) pada tahun 2026 dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5,52%.Perkembangan industri beauty dan personal care di Indonesia membuka peluang semakin besar bagi brand lokal untuk bersaing melalui inovasi, kualitas produk, dan pemahaman yang lebih dekat terhadap kebutuhan konsumen.
Salah satu yang berkembang di ranah ini adalah produk perawatan rambut atau hair styling dan hair care. Di industri ini, produk lokal bahkan bisa berbicara banyak dan meraih kepercayaan tinggi dari konsumen. Apa rahasianya?
Konsumen Makin Kritis
Meskipun industri skincare saat ini memimpin pasar kecantikan Indonesia dengan kontribusi pendapatan terbesar di sektor FMCG, namun menurut data Markethac.id, industri hair care & hair styling bertransformasi menjadi sektor dengan pertumbuhan tercepat (hyper-growth) yang didorong oleh adopsi tren perawatan wajah ke perawatan rambut.
Sepanjang Januari-September 2025, total GMV kategori ini hampir mencapai Rp 3 triliun, dengan shampoo menjadi produk paling laris berkat meningkatnya awareness masyarakat soal kesehatan rambut. Pada Mei 2025, kategori ini bahkan tumbuh hingga +50,8%.
Setelah shampoo, hair care treatment mengambil porsi terbesar dengan menguasai sekitar 80% pasar, menandakan kebutuhan konsumen yang semakin spesifik terhadap perawatan rambut, mulai dari hairfall, kerusakan, hingga scalp care. trend lain yang ikut mendorong pasar adalah hybrid hair care & styling, yang mencatat kenaikan hingga 73% karena menawarkan manfaat perawatan dan styling sekaligus.
Sementara itu, kategori hair styling juga tumbuh signifikan dengan nilai pasar menembus Rp 1 triliun, didominasi oleh penjualan alat styling, terutama catokan rambut.
“Konsumen sekarang jauh lebih kritis. Mereka bisa membandingkan produk, membaca review, melihat pengalaman pengguna lain, dan mencari tahu fitur yang mereka butuhkan sebelum membeli. Bagi kami, kondisi ini justru positif karena mendorong brand untuk terus meningkatkan kualitas,” ujar Direktur PT Semangat Raya Tinggi Inovasi, Michael, dan pemilik brand Seratin, brand hair styling dan hair care lokal yang baru saja meraih Brand Indonesia Excellence Award 2026 untuk kategori Beauty & Care.
Berdasarkan data yang digunakan dalam penilaian Brand Indonesia Excellence Award 2026, Seratin telah membukukan 188.109 transaksi melalui marketplace. Brand tersebut juga memperoleh sekitar 84.900 ulasan konsumen dengan rata-rata rating 4,90.
Menurut Michael, perkembangan perilaku konsumen dalam beberapa tahun terakhir turut mendorong brand lokal untuk meningkatkan standar produknya. Seratin memiliki sejumlah produk di kategori hair styling, mulai dari hair straightener, automatic hair, hingga Airstyler Airtractive.
“Produk kami mengadopsi sejumlah teknologi yang ditujukan untuk mendukung proses styling yang lebih praktis dan nyaman. Beberapa perangkat menggunakan ceramic tourmaline coating yang membantu menghasilkan ion negatif ketika alat dipanaskan, serta sistem floating plate pada produk tertentu untuk membantu distribusi tekanan dan panas selama penggunaan,” jelas Michael.
Setidaknya ada empat hal yang diharapkan konsumen terkait produk hair styling, yaitu alat yang praktis, mudah digunakan sendiri di rumah, hasilnya konsisten, dan fiitur-fiturnya benar=benar memberikan manfaat.
“Hal-hal seperti itu yang menjadi pertimbangan kami sebelum sebuah produk diluncurkan. Kami tidak hanya berfokus pada penambahan fitur, tetapi juga pada bagaimana sebuah produk memberikan pengalaman penggunaan yang lebih baik kepada konsumen,” lanjut Michael.
Peluang Pasar yang Besar
Geng Sehat tertarik mengembangkan produk hair styling atau hair care? Pasarnya cukup menggiurkan. Michael menilai peluang bagi brand lokal di industri beauty Indonesia masih sangat besar seiring meningkatnya kualitas produk dalam negeri dan semakin terbukanya konsumen terhadap berbagai brand lokal.
“Brand lokal memiliki keuntungan karena bisa memahami kebutuhan pasar Indonesia dengan lebih dekat. Tantangannya adalah bagaimana pemahaman tersebut diterjemahkan menjadi produk yang berkualitas, relevan, dan mampu bersaing dengan standar yang semakin tinggi,” jelasnya.
Dengan kombinasi inovasi produk, penguatan kanal digital, serta perhatian terhadap pengalaman pelanggan, Seratin berharap dapat terus mendorong peningkatan standar produk hair styling lokal sekaligus memperkuat daya saing brand Indonesia di industri beauty dan personal care.
