Penyakit

Cacar Air (Varicella / Chickenpox)

Cacar air, biasa disebut varicella atau chickenpox, merupakan penyakit yang umum diderita anak-anak di bawah usia 10 tahun. Meski begitu, penyakit ini bisa menyerang orang dewasa dengan gejala yang lebih berat dibanding anak-anak. Cacar air bisa membahayakan. Itulah mengapa, anak-anak dianjurkan untuk menjalani vaksinasi cacar air. Biasanya, penyakit ini hanya menyerang 1 kali seumur hidup. Artinya, hampir semua orang dewasa yang sudah pernah mengidap cacar air, tidak akan tertular lagi. Cacar air dikenal sebagai salah satu penyakit yang sangat menular.

Cacar kadang-kadang dapat menyebabkan masalah serius dan biasanya menginfeksi orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Setelah terkena cacar, virus tetap terdapat hidup di dalam tubuh. Orang yang pernah menderita cacar mungkin tidak akan terserang cacar lagi, tetapi virus ini dapat menyebabkan herpes zoster pada orang dewasa. Vaksin cacar dapat membantu mencegah sebagian besar kasus cacar, atau mencegah kondisi cacar yang berat jika kembali tertular.

 

 

Cara terbaik untuk mencegah infeksi cacar air adalah dengan vaksinasi. Vaksinasi varicella diberikan sebanyak satu kali setelah seseorang berusia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar. Apabila vaksin diberikan pada usia lebih dari 12 tahun, diperlukan dua dosis vaksin dengan interval antar kedua vaksin minimal empat minggu. Orang yang telah mendapatkan vaksinasi tetap memiliki kemungkinan terjangkit cacar air, namun dengan gejala yang ringan, bahkan mungkin tanpa demam. Cara lain untuk mencegah tertular penyakit cacar air adalah menghindari kontak langsung dengan penderita dan menggunakan masker apabila berada di sekitar penderita cacar air.

 

Gejala umum dari penyakit cacar air adalah bercak kemerahan yang kemudian berubah menjadi vesikel atau lepuhan berisi air yang terasa gatal. Bercak ini dapat dijumpai di bagian perut, punggung, dan wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh termasuk di dalam rongga mulut, kelopak mata, dan area genital. Satu sampai dua hari sebelum mulai timbul bercak umumnya penderita mengalami beberapa gejala tidak khas, yaitu demam, rasa lelah, nafsu makan menurun, serta sakit kepala.

Penyakit cacar disebabkan oleh infeksi varicella-zoster virus (VZV). Penyakit ini menular melalui kontak langsung serta lewat udara (apabila menghirup partikel virus yang bisa berasal dari vesikel yang pecah).

 

Secara umum, diagnosis cacar air dapat dilakukan berdasarkan pemeriksaan klinis oleh dokter. Namun apabila terdapat keraguan untuk menentukan diagnosis, maka dapat dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium untuk mengkonfirmasi diagnosis cacar air. Pemeriksaan laboratorium tersebut meliputi tes darah atau tes kultur dengan sampel yang diperoleh dari lepuhan pada kulit.

 

Pengobatan cacar air bersifat simtomatik atau menangani gejala yang muncul. Obat yang diberikan umumnya golongan antipiretik (penurun demam) dan analgesik (pereda nyeri) seperti parasetamol. Untuk mengatasi gatal pada kulit, dapat diberikan bedak yang mengandung mentol atau kamfora, serta losion yang mengandung calamine. Penderita disarankan untuk tidak menggaruk bagian kulit yang gatal. Penderita harus segera dibawa ke dokter apabila berusia di bawah satu tahun, berusia lebih dari 12 tahun, memiliki masalah dengan sistem imun, atau dalam kondisi hamil.

 

Rekomendasi Artikel

Penyakit Varisela pada Anak dan Pencegahannya

Penyakit Varisela pada Anak dan Pencegahannya

Cacar air merupakan penyakit yang sangat menular. JIka menyerang anak, penyakit ini bisa membahayakan. Karenanya, lakukanlah imunisasi.

Maria Juwita Nugraha

20 May 2017

Direktori

    Proses...