Penyakit

Anal Abscess (Abses Anal)

 Credit by Pexels

Abses anal adalah kondisi penumpukan nanah di sekitar anus yang menyakitkan. Abses anal terjadi ketika rongga rektum terisi dengan nanah dan nanah tersebut muncul di sekitar anus. Rektum adalah bagian terakhir dari usus besar di mana tinja disimpan sebelum dikeluarkan melalui anus. Ketika rektum dan kelenjar lendir dubur terinfeksi, maka akan terbentuk lubang-lubang kecil pada rongga rektum dam terisi dengan nanah. Sebagian besar abses anal disebabkan oleh adanya infeksi dari kelenjar anal yang berukuran kecil. Jenis yang paling umum dari abses ini adalah abses perianal. Hal ini sering muncul dengan bentuk seperti bisul menyakitkan di dekat anus yang berwarna kemerahan dan hangat saat disentuh.

Sekitar 50% dari pasien dengan abses anal akan mengalami komplikasi yang disebut fistula. Fistula sendiri adalah saluran/terowongan kecil abnormal yang menghubungkan antara lokasi abses dan kulit. Dalam beberapa kasus, fistula anal menyebabkan terjadinya perdarahan atau pengeluaran nanah terus-menerus. Saat bagian terluar dari fistula tertutup, biasanya akan menyebabkan abses anal berulang. Untuk semua fistula anal, umumnya dibutuhkan operasi untuk penanganannya.

Kondisi ini biasa terjadi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan. Penyakit ini dapat terjadi pada pasien di usia berapa pun. Penyakit ini dapat dicegah dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Credit by Pexels 

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami abses anal yaitu:

  • Seks anal
  • Diabetes
  • Radang usus (penyakit Crohn dan kolitis ulserativa)
  • Penggunaan obat kortikosteroid
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah (seperti karena HIV / AIDS)
  • Penyakit ini dapat terjadi pada bayi atau anak-anak muda dan orang-orang dewasa dengan riwayat luka pada anus

Credit by Pexels 

  • Nyeri yang biasanya konstan, berdenyut, dan lebih buruk ketika duduk.
  • Iritasi kulit di sekitar anus, termasuk pembengkakan, kemerahan, dan nyeri tekan.
  • Keluarnya nanah.
  • Sembelit atau rasa sakit yang terkait dengan buang air besar.

Credit by Pexels 

Penyebab umum penyakit ini adalah bakteri dari anus yang menyebar ke bagian sekitar rektum dan menyebabkan peradangan. Kebanyakan dari bakteri ini hidup di dalam usus besar atau tinggal di daerah kulit dekat anus.

Selain itu, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh luka di anal yang terinfeksi, infeksi menular seksual, atau gangguan usus seperti penyakit Crohn dan divertikulitis usus besar.

 Credit by Pexels

Anamnesis, pemeriksaan fisik. Dokter Anda akan mendiagnosis abses anal berdasarkan riwayat medis dan gejala Anda. Kemudian dokter dapat memeriksa dubur Anda untuk mengonfirmasi hasil diagnosis dan kolonoskopi untuk mengetahui kondisi lainnya. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, dokter dapat melakukan CT scan, MRI atau USG untuk mengonfirmasi lokasi abses.

 Credit by Pexels

Pembedahan untuk mengeluarkan nanah dan mempercepat penyembuhan, antibiotik dan analgetik.

Pengobatan utama yang dapat dilakukan untuk abses perianal adalah operasi untuk membuka dan menyedot abses. Dalam kebanyakan kasus, pasien akan rawat jalan, yang berarti Anda bisa pulang setelah operasi. Jika abses terlalu dalam, dokter akan meminta pasien dirawat di rumah sakit sampai nanah abses benar-benar habis.

Pasien sering mengalami nyeri setelah operasi dan nyeri tersebut dapat dihilangkan dengan duduk dalam air hangat 3-4 kali per hari dan penggunaan obat penghilang rasa sakit. Pelunak feses digunakan untuk mencegah dan mengobati sembelit. Pasien dapat menggunakan antibiotik untuk menghilangkan gejala yang muncul. Namun, metode pengobatan ini bukan sebagai pengganti tindakan operasi dan pengangkatan abses.

Komplikasi pasca operasi dapat terjadi, seperti pemulihan yang tidak selesai, kambuhnya abses, dan pembentukan fistula. Adanya luka membuat kelenjar anal mengalami pembengkakan. Lubang biasanya terbentuk dalam jangka waktu 4 sampai 6 minggu setelah pengangkatan abses dan diperlukan tindakan operasi.

Direktori

    Proses...