Penyakit

Transient Ischemic Attack (TIA)

Transient Ischemic Attack (TIA) sering disebut sebagai stroke ringan. TIA memiliki gejala mirip stroke, namun biasanya hanya terjadi selama beberapa menit atau jam, dan tidak mengakibatkan kerusakan permanen. Umumnya, penderita akan kembali normal dalam waktu 24 jam. Akan tetapi, sekitar 1 dari 3 orang yang terkena TIA cenderung mengalami stroke dalam kurun waktu setahun setelahnya. Jadi, kondisi kesehatan ini dapat menjadi alarm bagi penderita untuk segera melakukan tindakan-tindakan preventif agar tidak terkena stroke.

 

Mengetahui faktor-faktor risiko serta menerapkan pola hidup sehat adalah cara-cara terbaik untuk menghindari TIA. Selain melakukan medical checkup secara berkala, misalnya mengontrol gula darah dan tekanan darah, lakukanlah:

  1. Berhenti merokok untuk mengurangi risiko TIA atau stroke.

  2. Membatasi mengonsumsi makanan dengan kandungan kolesterol dan lemak berlebih, terutama lemak jenuh dan lemak trans, guna mengurangi penumpukan plak di dalam pembuluh nadi atau arteri Anda.

  3. Mengonsumsi buah dan sayur yang kaya akan kalium, folat, dan antioksidan.

  4. Jika Anda memiliki tekanan darah tinggi, maka hindari makanan yang asin atau mengandung sodium tinggi.

  5. Berolahraga secara rutin akan membantu menurunkan tekanan darah tanpa obat-obatan.

  6. Hindari pengonsumsian alkohol. Batas aman yang direkomendasikan adalah segelas untuk wanita dan 2 gelas untuk pria setiap harinya.

  7. Selalu menjaga berat badan. Pasalnya, seseorang dengan berat badan berlebih rentan mengalami tekanan darah tinggi, masalah kardiovaskular, serta diabetes.

  8. Tidak mengonsumsi obat-obatan terlarang.

 

TIA biasanya hanya berlangsung beberapa menit, tetapi gejalanya bisa hilang sekitar satu jam setelahnya. Terkadang seseorang bisa pula mengalami TIA lebih dari sekali. Gejalanya bisa mirip atau berbeda dari sebelumnya, tergantung pada area otak mana yang mengalami masalah. Beberapa gejala TIA ialah:

  • Lemah, mati rasa, atau lumpuh pada wajah, lengan, dan kaki. Biasanya hanya terjadi pada satu sisi tubuh.

  • Cadel dan kacau ketika berbicara, serta sulit memahami orang lain.

  • Buta pada salah satu mata atau keduanya. Bisa pula mengalami penglihatan ganda.

  • Pusing.

  • Kehilangan keseimbangan dan koordinasi.

 

Penyebab TIA serupa dengan ischemic stroke, salah satu tipe stroke, yaitu terjadinya hambatan aliran darah ke otak. Namun tidak seperti ischemic stroke, hambatan aliran darah ketika TIA cukup singkat dan tidak sampai menimbulkan kerusakan permanen. Penyebab yang sering mendasari TIA adalah penumpukan endapan kolesterol yang mengandung lemak, atau biasa disebut dengan plak (atherosclerosis), di dalam pembuluh nadi atau arteri. Pembuluh ini merupakan salah satu cabang yang memasok oksigen dan nutrisi ke dalam otak. Plak dapat menurunkan aliran darah menuju arteri atau membentuk gumpalan darah.

 

Ketika Anda mengalami gejala-gejala TIA, segeralah berkonsultasi ke dokter. Saat diperiksa, dokter akan menanyakan gejala apa saja yang dirasakan dan berapa lama Anda mengalaminya. Meski tidak lagi menunjukkan gejala-gejala TIA, pemeriksaan neurologis tetap perlu diperlukan. Beberapa di antaranya mengecek keterampilan kekuatan, sensasi, dan koordinasi tubuh. Selain itu, tes yang perlu dilakukan adalah tes darah, tes tekanan darah, tes electrocardiogram (ECG), carotid ultrasound, dan CT Scan kepala.

 

Jika dicurigai mengalami TIA, maka Anda akan diarahkan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis saraf. Apabila berisiko tinggi mengalami stroke atau TIA berulang, Anda akan diperiksa 24 jam kemudian. Namun jika risikonya rendah, kondisi Anda akan diperiksa lagi 7 hari kemudian.

 

Walau TIA bisa reda dengan sendirinya dalam hitungan menit atau jam, Anda perlu mendapatkan penanganan untuk mencegah TIA berulang atau stroke di masa depan. Penanganan tergantung pada masing-masing orang, berdasarkan pada usia dan riwayat kesehatan. Dokter biasanya akan memberikan pengobatan kepada pasien untuk mencegah tendensi darah menggumpal. Obatan-obatan ditentukan dari lokasi, penyebab, tingkat keparahan, serta tipe TIA yang dialami. Pada beberapa kasus, dokter juga akan merekomendasikan operasi atau prosedur angioplasty.

 

 

Direktori

    Proses...