Kalau berencana untuk hamil, Kamu perlu tahu ada beberapa hal yang memengaruhi kesuburan, seperti penyakit menular seksual, fibroid, berat badan berlebih, dan kondisi tiroid. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa obat-obat tertentu juga bisa memengaruhi faktor kesuburan wanita. Hal tersebut dikarenakan siklus menstruasi wanita sangat dipengaruhi oleh interaksi antara otak, ovarium, dan rahim. Obat-obatan yang mengganggu interaksi tersebut bisa memengaruhi proses ovulasi dan menyulitkan wanita untuk bisa hamil. Apa saja sih obat-obat yang perlu Kamu waspadai?

 

Obat Bebas 

Sebenarnya, kebanyakan dari obat yang bisa dibeli tanpa resep dokter tidak memengaruhi kesuburan. Tapi, Kamu harus tetap berhati-hati dan terlebih dahulu bertanya dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan NSAID atau obat non-steroid anti-inflamasi. Beberapa laporan menunjukkan obat-obatan NSAID, seperti motrin atau advil memiliki dampak kecil terhadap kesuburan wanita. Obat-obatan tersebut bisa mengganggu proses ovulasi, terutama kemampuan pelepasan sel telur oleh indung telur.

 

Selain itu, Kamu juga perlu berhati-hati mengonsumsi obat-obatan herbal. Permasalahan dari obat-obatan jenis ini adalah karena kurangnya data penelitian atau regulasi tentang bahan-bahan di dalamnya. Terkadang obat-obatan herbal atau alami tersebut mengandung zat yang bisa bertindak seperti hormon.

 

Obat Resep Dokter

Kalau Kamu sedang mengonsumsi salah satu obat-obatan yang disebutkan di bawah ini, konsultasikan dengan dokter efek-efek sampingnya dan jika obat-obatan tersebut memengaruhi kesuburan:

 

- Obat Psikiatri

Obat-obatan psikiatri, seperti anti-depresan dan beberapa anti-psikotik dapat mengganggu regulasi hormonal ovulasi dan juga meningkatkan kadar hormon-hormon, seperti prolaktin. Sebuah studi juga menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi antidepresan golongan SSRI (selective serotonin reuptake inhibitors) cenderung lebih lama hamil. Obat-obatan jenis ini juga bisa mengurangi efisiensi pengobatan untuk kesuburan dan bahkan bisa menyebabkan keguguran.

 

- NSAID Di Bawah Resep Dokter

Layaknya obat-obatan NSAID yang bisa dibeli secara bebas, obat-obatan NSAID di bawah resep dokter juga dapat mengganggu kesuburan wanita dengan penyebab yang sama.

 

- Steroid 

Obat-obatan jenis ini, termasuk steroid anabolik dan kortikosteroid (kortison, prednison) yang digunakan untuk mengobati asma dan lupus dibuat dari testosteron. Maka itu, obat-obat tersebut bisa memberi dampak serius terhadap kesuburan wanita. Selain itu, obat-obatan steroid juga bisa mengganggu produksi hormon-hormon yang dibutuhkan untuk ovulasi dan menstruasi.

 

- Anti-epileptik

Obat-obat anti-epileptik, seperti phenytoin, karbamazepin, dan valproate juga dapat mempengaruhi kesuburan wanita.

 

- Anti-psikotik

Obat-obat anti-psikotik , eperti risperidone juga bisa meningkatkan kadar hormon prolaktin dan mengganggu proses ovulasi.

 

- Obat-obatan Tiroid

Obat-obatan jenis ini, terutama yang memiliki dosis terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa mempegaruhi kadar hormon prolaktin.

 

- Produk Skin Care

Kalau Kamu berencana ingin cepat hamil, hindari menggunakan produk skin care yang yang mengandung estrogen atau progesteron. Produk-produk tersebut bisa mengacaukan siklus ovulasi.

 

Lama Efek Obat-obatan Tersebut Terhadap Kesuburan Wanita

Ketika berhenti mengonsumsi salah satu obat-obatan di atas, tubuh Kamu akan membutuhkan beberapa waktu untuk pulih kembali. Panjang waktu pemulihannya juga berbeda-beda pada setiap obat. Kebanyakan obat-obatan tersebut efeknya akan hilang dalam beberapa hari setelah Kamu berhenti mengonsumsinya. Namun, beberapa di antaranya juga bisa mengganggu produksi sel telur selama berbulan-bulan. Untuk mengetahui lebih detilnya, lebih baik tanyakan dengan dokter kandunganmu.

 

Bagaimana Cara Mengatasi Hal Ini?

Beberapa obat-obatan tersebut memang sangat penting dan dibutuhkan untuk menyembuhkan atau mengendalikan kondisi kesehatan tertentu. Hal ini membuat banyak wanita yang merasa sedih, frustrasi, dan depresi sehingga bisa semakin mempersulit kehamilan. Hal ini sebenarnya bisa diatasi dengan konsultasi bersama dokter. Katakan bahwa Kamu sedang mencoba untuk hamil dan ingin faktor kesuburan Kamu maksimal. Kalau Kamu benar-benar membutuhkan obat-obatan tersebut, biasanya dokter akan memberikan obat alternatif lain yang tidak akan mengganggu kesuburan Kamu.