Penyakit

Kolera (Cholera)

Kolera merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan penyebarannya melalui air yang tercemar. Kolera dapat menyebabkan diare berat dan dehidrasi. Apabila tidak diterapi dengan baik, kolera dapat berakibat fatal dalam beberapa jam. Pada dasarnya, kolera termasuk penyakit yang tidak sulit untuk ditangani. Kematian akibat kolera biasanya terjadi karena dehidrasi, yang sebenarnya kondisi ini bisa diatasi dengan memberikan cairan rehidrasi oral secepat mungkin.

Meskipun vaksin kolera sudah tersedia, namun WHO dan CDC tidak merekomendasikan vaksin dalam pencegahan kolera. Pencegahan kolera dapat dilakukan antara lain dengan:

  • Mengonsumsi air matang (yang sudah dididihkan), air yang sudah diberi disinfektan, atau air kemasan.
  • Tidak mengonsumsi makanan laut mentah atau tidak dimasak sampai matang.
  • Mencuci tangan dengan sabun dan air secara rutin.
  • Berkumur dengan air bersih setelah menyikat gigi.
  • Menghindari makan salad dan buah-buahan yang tidak dikupas.

Gejala yang terjadi berupa:

  • Diare.
  • Mual dan muntah.
  • Dehidrasi.
  • Gangguan keseimbangan elektrolit yang dapat menyebabkan kram perut, syok.

 

Pada anak-anak, gejala kolera mirip dengan yang terjadi pada orang dewasa namun terkadang lebih parah. Anak-anak yang mengalami kolera lebih rentan terkena hipoglikemi (kadar gula darah rendah), karena kehilangan banyak cairan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, kejang, hingga koma.

Vibrio cholera adalah bakteri penyebab kolera, bakteri tersebut biasanya terdapat pada:

  • Pasokan air mentah di dalam kota.
  • Es batu yang terbuat dari air mentah.
  • Makanan dan minuman yang dijual pedagang kaki lima.
  • Sayuran yang tumbuh di air yang mengandung kotoran manusia.
  • Ikan mentah atau dimasak setengah matang yang didapat dari perairan yang tercemar limbah.

 

Ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi, bakteri yang masuk ke dalam tubuh akan mengeluarkan toksin di usus, sehingga dapat menyebabkan diare berat. Jadi, seseorang dapat terkena kolera tidak hanya dari kontak langsung dengan penderita kolera.

Tanda dan gejala kolera pada daerah endemik biasanya dapat digunakan untuk melakukan diagnosis kolera. Namun satu-satunya cara yang valid untuk menegakkan diagnosis kolera adalah dengan mengidentifikasi jenis bakteri dalam sampel feses.

 

Tes dipstick kolera sekarang sudah tersedia. Alat ini membantu penyedia layanan kesehatan di daerah terpencil untuk menegakkan diagnosis kolera. Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin kecil angka kematian yang disebabkan wabah kolera. Ini juga dapat membantu penyedia layanan kesehatan untuk melakukan program pengendalian wabah.

Langkah-langkah penanganan darurat dari kolera antara lain:
- Pemberian oralit.
- Pemberian infus intravena.
- Pemberian suplemen zinc (seng).
- Pemberian antibiotik.

Rekomendasi Artikel

Kolera, Wabah Penyakit Yang Melumpuhkan Yaman

Kolera, Wabah Penyakit Yang Melumpuhkan Yaman

Penyakit kolera dikenal juga dengan diare akut. Penyakit kolera bisa berbahaya dan menyebabkan kematian. Karenanya, harus dicegah dan diantisipasi.

GueSehat

19 June 2017

Direktori

    Proses...