Penyakit

Juvenile Arthritis (Radang Sendi Usia Muda)

Juvenile arthritis adalah penyakit artritis kronis pada anak-anak usia di bawah 16 tahun. Juvenile arthritis merupakan istilah yang lebih umum digunakan untuk menggambarkan nyeri sendi yang dialami oleh anak-anak. Sub group atau jenis yang masuk dalam juvenile arthritis dan paling banyak terjadi pada anak-anak adalah juvenile idiopathic arthritis (JIA). beberapa tenaga kesehatan di Amerika Serikat lebih sering menyebutnya dengan istilah juvenile rheumatoid arthritis (JRA).

Pencegahan juvenile arthritis cukup sulit untuk dilakukan, karena penyebab pastinya belum diketahui. Upaya yang dapat dilakukan adalah rutin periksakan diri agar kondisi kesehatan tetap terkontrol dengan baik dan dapat mendeteksi penyakit dengan lebih cepat. Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu menghindari kerusakan sendi.

Gejala paling umum ditemui antara lain:

  • Nyeri sendi.
  • Inflamasi.
  • Pembengkakan.
  • Nyeri tekan.
  • Kekakuan.

 

Tanda awalnya biasanya terjadi nyeri atau tertatih-tatih pada pagi hari. Gejala lainnya mungkin muncul, seperti ruam atau demam, tetapi tidak terjadi pada semua kondisi.

Sampai saat ini, belum diketahui dengan pasti penyebab radang sendi atau juvenile arthritis. Yang pasti, ada kelainan sistem imun atau autoimun. Sistem pertahanan tubuh yang seharusnya membantu tubuh melawan infeksi atau benda asing malahan menyerang jaringan tubuh sendiri.

Diagnosis juvenile arthritis cukup sulit, karena beberapa anak mungkin tidak mengeluh sakit saat gejala awal terjadi. Mereka pun kerap tidak menyadari adanya pembengkakan sendi. Tidak ada pula tes darah yang spesifik. Artritis pada orang dewasa biasanya menghasilkan rheumatoid factor blood test yang positif. Sedangkan pada anak-anak, hasilnya negatif. Jadi, diagnosis pada anak-anak tergantung pada pemeriksaan fisik, riwayat pengobatan, dan eksklusi diagnosis yang lain (diagnosis banding).

Penatalaksanaan pada juvenile arthritis merupakan kombinasi, antara lain anti-peradangan, immunomudulatory, terapi okupasional dan fisioterapi, pembedahan, nutrisi, psikososial, serta educational partnership antara pasien dan orang tua.

 

Medikasi atau obat-obatan yang sering digunakan antara lain nonsteroidal antiinflamatory drugs (NSAIDs), disease modifying antirheumatoic drugs (DMARDs) atau obat-obatan imunosupressive dan kortikosteroid sistemik, kortikosteroid intra artikuler, serta agent modifying biologic.

Rekomendasi Artikel

Waspada, Radang Sendi Dapat Menghambat Aktivitas Sehari-hari!

Waspada, Radang Sendi Dapat Menghambat Aktivitas Sehari-hari!

Radang sendi merupakan kondisi yang menimbulkan rasa nyeri pada satu atau beberapa sendi. Biasanya disebabkan usia, obesitas, dan riwayat kesehatan.

GueSehat

13 October 2017

Direktori

    Proses...