Clozapine

Clozapine Obat Apa?

Nama Paten :

Clorilex, Clozapine OGB mersi, Clozapin IKA, Luften, Sizoril.
(MIMS petunjuk konsultasi Ed. 17)

Penggunaan

Clozapine digunakan untuk mengobati schizophrenia parah. Obat ini juga digunakan untuk mencegah risiko bunuh diri pada pasien yang menderita schizophrenia atau penyakit yang serupa lainnya.

Cara Kerja Obat

Clozapine bekerja dengan cara mengubah cara kerja senyawa kimia tertentu pada otak.

Efek Samping

Setiap obat pasti punya efek samping yang tidak diinginkan. Untuk clozapine, efek samping yang umum terjadi ialah rasa kantuk, peningkatan berat badan, sel darah merah menurun, denyut jantung meningkat, kepala pening, hipotensi ortostatik (hipotensi akibat gerakan tiba-tiba dari duduk ke berdiri), mual, konstipasi, sering mengompol, dan rasa letih. Sedangkan efek samping yang jarang terjadi dari obat ini di antaranya anemia, menurunnya trombosit, hipertensi, sakit saat menelan,hingga hilang kesadaran.

Pemakaian Obat

Dalam menentukan pemakaian obat, risiko dan keuntungannya harus ditimbang dan diperhatikan dengan matang. Clozapine dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Jangan berhenti mengonsumsi clozapine secara tiba-tiba karena akan timbul gejala ketergantungan yang tidak menyenangkan.

 

Ikuti petunjuk penurunan dosis secara bertahap sesuai dengan anjuran dokter. Jangan gunakan obat ini pada wanita hamil dan menyusui tanpa berkonsultasi dahulu dengan dokter. Simpan clozapine pada suhu kamar serta jauhkan dari tempat yang lembap, panas, dan terkena paparan matahari secara langsung.

Dosis

Jumlah dosis clozapine pada setiap pasien bisa berbeda-beda. Ikuti instruksi dokter dan label obat. Informasi berikut menjelaskan tentang dosis rata-rata dari obat ini. Kalau dosis yang sudah diberikan dokter kepada Kamu berbeda, jangan mengubahnya kecuali jika dokter yang memerintahkan.

 

Untuk terapi schizophrenia, dosisnya 12,5 mg sebanyak 1-2 kali sehari pada hari pertama. Kemudian, dilanjutkan menjadi 25 mg sebanyak 1-2 kali pada hari ke-2. Tingkatkan secara bertahap dengan peningkatan dosis sejumlah 25-50 mg sampai 300 mg per hari dalam waktu 14-21 hari.

 

Peningkatan dosis menjadi 50-100 mg dapat dilakukan sebanyak 1-2 kali seminggu. Dosis umumnya diberikan 200-450 mg per hari dan dosis maksimal yang diberikan adalah 900 mg per hari.

 

Untuk terapi psikosis pada penyakit Parkinson, dosis awalnya sekitar 12,5 mg dan diberikan sebelum tidur. Dosis dapat ditingkatkan sebanyak 12,5 mg 2 kali seminggu, dan tidak lebih dari 50 mg per hari pada akhir minggu ke-2. Dosis umumnya diberikan 25-37,5 mg per hari. Dosis maksimalnya 100 mg per hari.

Interaksi

Interaksi obat dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping serius. Informasi ini tidak mencakup semua interaksi obat terhadap clozapine. Oleh sebab itu, sebaiknya informasikan kepada dokter tentang obat apa saja yang sedang Kamu gunakan sebelum diberikan clozapine.

 

Menggunakan clozapine dengan obat apapun yang diinformasikan di bawah ini biasanya tidak direkomendasikan, tetapi bisa saja dibutuhkan pada beberapa kasus. Kalau dokter memberikan dua obat secara bersamaan, biasanya dosis salah satu obat diubah atau frekuensi penggunaannya yang diubah, supaya kedua obat bisa bekerja dengan baik.

1) Clozapine jika digunakan bersamaan dengan obat-obat penekan sumsum tulang (contoh: carbamazepine, chloramphenicol), antibiotik golongan sulfonamide (contoh: co-trimoxazole), analgesik golongan pyrazolone (contoh: phenylbutazone), penicillamine, dan obat sitotoksik dapat meningkatkan risiko penurunan fungsi sumsum tulang.
2) Penggunaan bersamaan dengan benzodiazepine dapat meningkatkan risiko kolaps pada aliran darah, yang akan menyebabkan henti napas atau henti jantung.
3) Clozapine dapat meningkatkan efek dari obat antikolinergik dan antihipertensi.
4) Clozapine dapat meningkatkan kadar warfarin atau digoxin dalam plasma darah.
5) Clozapine dapat menurunkan kadar fenitoin dalam plasma darah.
6) Clozapine jika digunakan bersamaan dengan lithium dapat meningkatkan risiko berkembangnya sindrom neuroleptik maligna, yakni sindrom yang terjadi akibat komplikasi serius dari penggunaan obat antipsikotik.

 

Sumber: 

MIMS petunjuk konsultasi Ed. 17

mims.com: clozapine

drugs.com: clozapine

Rekomendasi Artikel

Pilih Circle Pertamanan Positif untuk Kesehatan Mental Mums

Pilih Circle Pertamanan Positif untuk Kesehatan Mental Mums

Kesehatan mental tidak terlepas dari peran lingkungan dan circle pertemanan. Circle pertemanan yang positif tentu saja bikin kesehatan mental Mums tetap terjaga dengan baik.

Ella Nurlaila

24 March 2026

 Yuk, Mulai Journaling untuk Kesehatan Mental Ibu

Yuk, Mulai Journaling untuk Kesehatan Mental Ibu

Banyak cara untuk menjaga kesehatan mental seorang ibu. Salah satunya melalui journaling. Alternatif ini dinilai cukup efektif untuk memastikan ibu baik-baik saja.

Ella Nurlaila

27 February 2026

Anak Suka Menyakiti Diri Sendiri, Penyebab dan Cara Menghadapinya

Anak Suka Menyakiti Diri Sendiri, Penyebab dan Cara Menghadapinya

Anak suka mukul dirinya sendiri, ini adalah caranya “berbicara” karena belum mampu mengungkapkan emosi dengan baik. Dengan pendekatan yang tepat hal ini bisa teratasi.

Ella Nurlaila

19 January 2026

Darurat Kesehatan Mental, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Keluarkan Maklumat

Darurat Kesehatan Mental, Ikatan Psikolog Klinis Indonesia Keluarkan Maklumat

Sebagai bagian dari mandat profesi, IPK Indonesia juga menghasilkan Maklumat IPK Indonesia yang memuat komitmen bersama dalam memperkuat peran Psikolog Klinis untuk mendukung upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif di seluruh lini pelayanan kesehatan jiwa.

Ana Yuliastanti

23 November 2025

Layanan Psikolog Klinis Ada di Puskesmas, Tangani Gangguan Mental Hingga Masalah Tumbuh Kembang

Layanan Psikolog Klinis Ada di Puskesmas, Tangani Gangguan Mental Hingga Masalah Tumbuh Kembang

Psikolog klinis yang ada di puskesmas menjadi ujung tombak untuk lebih banyak menjangkau masyarakat yang mengalami gangguan mental hingga kasus kekerasan pada anak dan perempuan.

Ana Yuliastanti

22 November 2025

Jenis Obat Cacing untuk Anak dan Kapan Sebaiknya Diberikan?

Jenis Obat Cacing untuk Anak dan Kapan Sebaiknya Diberikan?

Saat ini sudah tersedia obat-obatan yang aman dan efektif untuk mengendalikan infeksi cacingan. Obat cacing yang umum digunakan dan direkomendasikan untuk anak-anak adalah Albendazole dan Mebendazole.

Ella Nurlaila

28 August 2025

Daftar Obat yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Daftar Obat yang Harus Dihindari Ibu Hamil

Meskipun beberapa obat dianggap aman diminum ibu hamil, namun efek obat pada bayi yang belum lahir tidak diketahui. Obat-obatan tertentu dapat sangat berbahaya bagi perkembangan bayi jika dikonsumsi selama tiga bulan pertama kehamilan

Ella Nurlaila

11 June 2025

Butuh Rehat Demi Kesehatan Mental, Mums Perlu Lakukan Pampering Pasca Melahirkan

Butuh Rehat Demi Kesehatan Mental, Mums Perlu Lakukan Pampering Pasca Melahirkan

Momen pasca melahirkan merupakan waktu penting bagi ibu untuk memulihkan fisik, mental, dan emosinya, termasuk dengan memberikan waktu untuk pampering atau perawatan diri.

Ana Yuliastanti

24 April 2025

Direktori

    Pusat Kesehatan

      Selengkapnya
      Proses...