Penyakit

Infeksi Uretra/saluran kencing (Uretritis)

 

Uretritis adalah peradangan pada uretra yang ditandai dengan adanya nyeri, kemerahan, atau pembengkakan pada uretra. Uretritis merupakan salah satu bentuk infeksi saluran kemih yang terjadi ketika bakteri menyebar dari anus ke uretra. Uretritis dibagi menjadi uretritis yang non-spesifik (no gonococal) dan spesifik (gonococal).

Uretritis menyerang segala usia, dan baik laki-laki maupun perempuan dapat terkena masalah ini. Kendati demikian, perempuan memiliki risiko lebih tinggi mengalami uretritis daripada laki-laki. Hal ini disebabkan uretra laki-laki lebih panjang dibandingkan perempuan, yaitu seukuran panjang penis mereka. Panjang uretra perempuan secara umum berkisar 2,5-4 cm, sehingga memudahkan bakteri masuk ke uretra.

 

 

Banyak bakteri penyebab uretritis berpindah dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual. Karenanya, melakukan hubungan seks yang aman dapat mencegah mengalami masalah ini. Tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terkena uretritis adalah:

  1. Tidak berganti-ganti pasangan.

  2. Menggunakan kondom.

  3. Melakukan pemeriksaan secara berkala.

  4. Jaga orang lain. Jika Anda menderita penyakit seks menular, beritahu kepada pasangan untuk mengurangi risiko penularan.

  5. Banyak minum air putih.

  6. Selalu buang air kecil setiap selesai berhubungan intim.

  7. Batasi pengonsumsian makanan yang asam.

  8. Hindari terekspos spermisida, zat yang mengandung bahan kimia untuk menghentikan pergerakan sperma, terutama bila Anda tahu ini bisa mengiritasi uretra Anda.

  9. Selalu menjaga kebersihan perineum.

 

 

Gejala utama dari uretritis adalah nyeri saat buang air kecil, perasaan ingin buang air kecil terus, kesulitan mengeluarkan urine, dan terkadang disertai dengan keluarnya darah atau nanah. Uretritis juga menyebabkan rasa gatal, nyeri, atau tidak nyaman pada vagina meski sedang tidak buang air kecil, serta merasa nyeri ketika melakukan hubungan seksual. Pada laki-laki, terdapat darah pada mani atau urine.

 

 

Kebanyakan kasus uretritis disebabkan oleh infeksi bakteri yang masuk ke uretra dari kulit di sekitar area tersebut. Dan karena uretra pada perempuan dekat dengan vagina, maka penyakit menular seksual, seperti herpes, gonore, klamidia, dan mikoplasma, bisa mengakibatkan masalah ini. Bakteri lain yang umum menjadi penyebab uretritis adalah E. coli dan bakteri yang sering berada di dudukan toilet.

 

 

Dokter akan menanyakan apa saja gejala yang Anda alami dan riwayat kesehatan Anda. Jika merasa nyeri ketika buang air kecil, maka dokter akan memperkirakan ada infeksi lalu memberikan antibiotik selama menunggu hasil tes keluar.

Tes yang dapat mengonfirmasi diagnosis uretritis dan penyebabnya adalah:

  1. Pemeriksaan fisik, termasuk area genital, perut, dan rektum.

  2. Analisis sampel urine untuk mengetahui bakteri penyebab infeksi.

  3. CT-Scan.

  4. MRI.

 

 

Pemberian antibiotik sangat ampuh untuk menyembuhkan uretritis yang disebabkan oleh bakteri, yaitu sekitar 2 minggu. Banyak antibiotik yang bisa diresepkan oleh dokter, di antaranya azitromisin, doksisiklin, eritromisin, levofloxacin, metronidazol, ofloksasin, atau imidazol. Pasangan Anda juga perlu mendapatkan penanganan untuk mencegah infeksi. Lakukan tes tiga bulan kemudian, untuk memastikan apakah uretritis sudah sepenuhnya sembuh.

 

Rekomendasi Artikel

Ternyata Pipis Itu Penting, Lho!

Ternyata Pipis Itu Penting, Lho!

Ternyata warna pipis juga dapat menjadi sinyal tentang keadaan di dalam tubuh kita, lho! Oleh karena itu, jangan lupa untuk mengecek warnanya setiap kita pipis

Jessica Christy

27 September 2017

Direktori

    Proses...