Penyakit

Crohn Disease

Crohn Disease atau Penyakit Crohn (Enteritis Regionalis, Ileitis Granulomatosa, Ileokolitis) adalah peradangan menahun pada dinding usus. Penyakit ini mengenai seluruh ketebalan dinding usus. Kebanyakan masalah ini terjadi pada bagian terendah dari usus halus (ileum) dan usus besar, namun dapat terjadi pada bagian manapun dari saluran pencernaan, mulai dari mulut sampai anus, hingga kulit sekitar anus.

Penyakit Crohn membuat tubuh kesulitan untuk menyerap nutrisi dari makanan. Karenanya, terapkan pola diet sehat dan jangan merokok. Beberapa tips yang bisa dilakukan adalah:

  • Makan dalam jumlah kecil sepanjang hari.
  • Minum banyak air (minum dalam jumlah kecil dan sering sepanjang hari).
  • Menghindari makanan tinggi serat (kacang-kacangan, biji-bijian, dan popcorn).
  • Menghindari lemak, makanan yang berminyak, dan saus (mentega, margarin, dan krim kental).
  • Membatasi susu dan produk olahannya jika Anda memiliki masalah mencerna lemak susu. Cobalah konsumsi keju dengan kadar laktosa rendah, seperti keju Swiss dan cheddar, serta mengonsumsi produk enzim, seperti Lactaid, untuk membantu memecah laktosa.
  • Menghindari makanan yang menyebabkan gas, seperti kacang-kacangan.

Gejala awal yang paling sering ditemukan adalah diare menahun, kram perut, tinja bercampur darah, demam, nafsu makan berkurang, dan penurunan berat badan. Sedangkan pada anak-anak, gejala-gejala berupa sakit perut dan diare kerap tidak muncul sama sekali. Gejala utamanya mungkin berupa peradangan sendi, demam, anemia, atau pertumbuhan yang lambat.

Penyebab penyakit Crohn tidak diketahui. Beberapa kondisi yang dikaitkan dengan penyakit ini yaitu:
- Faktor keturunan.
- Faktor usia.
- Kelainan fungsi sistem pertahanan tubuh.
- Infeksi.
- Makanan.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya kram perut yang terasa nyeri dan diare berulang, terutama pada penderita yang juga memiliki peradangan pada sendi, mata, dan kulit. Tidak ada pemeriksaan khusus untuk mendeteksi penyakit Crohn, namun pemeriksaan darah bisa menunjukan adanya:
- Anemia.
- Peningkatan abnormal dari jumlah sel darah putih.
- Kadar albumin yang rendah.
- Tanda-tanda peradangan lainnya.

Pemeriksaan penunjang Barium enema bisa menunjukkan gambaran yang khas untuk penyakit Crohn pada usus besar. Jika masih belum pasti, bisa dilakukan pemeriksaan kolonoskopi (pemeriksaan usus besar) dan biopsi untuk memperkuat diagnosis.

Pengobatan ditujukan untuk membantu mengurangi peradangan dan meringankan gejalanya. Kram dan diare bisa diatasi dengan obat-obat antikolinergik, difenoksilat, loperamide, opium yang dilarutkan dalam alkohol, dan codein. Obat-obat ini diberikan per-oral (melalui mulut) dan sebaiknya diminum sebelum makan. Untuk membantu mencegah iritasi anus, diberikan metilselulosa atau preparat psillium, yang akan melunakkan tinja dan antibiotik berspektrum luas.

Direktori

    Proses...