Penyakit

Urin kemerahan (Hematuria)

 

Beberapa obat dan makanan, termasuk bit, rhubarb, dan buah, dapat menyebabkan urine berubah merah. Namun pada kondisi hematuria, atau urine berwarna kemerahan, jelas berbeda. Perubahan warna urine yang disebabkan oleh obat-obatan, makanan, atau olahraga biasanya akan hilang dalam waktu beberapa hari.

 

Hematuria biasanya tidak terasa sakit dan disebabkan karena adanya sel-sel darah merah di dalam urine. Namun jika terdapat gumpalan darah dalam urine, maka bisa disertai dengan rasa nyeri.

 

 

Secara umum, tidak mungkin mencegah terjadinya hematuria. Walau begitu, ada beberapa tahapan untuk mengurangi risiko penyebab masalah ini. Strategi yang bisa dilakukan adalah:

  1. Untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih (ISK), minumlah banyak air, jangan menunda-nunda untuk buang air kecil, usahakan untuk buang air kecil setelah berhubungan intim, dan khusus untuk perempuan, bersihkan area genital dari arah depan ke belakang setelah buang air kecil. Hindari pula penggunaan produk pembersih area genital agar terhindar dari iritasi.

  2. Kurangi risiko terkena batu ginjal dengan banyak minum air putih serta membatasi pengonsumsian garam, protein, dan makanan yang mengandung oksalat, seperti bayam dan rhubarb.

  3. Kurangi risiko kanker kandung kemih dengan berhenti merokok, menghindari terkespos bahan-bahan kimia, dan minum banyak air putih.

  4. Untuk menghindari risiko mengidap kanker ginjal, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, menerapkan pola makan yang sehat, aktif bergerak, dan hindari terkespos bahan-bahan kimia.

 

 

Gejala yang jelas terlihat ketika mengalami hematuria adalah urine berwarna merah muda, merah, atau merah gelap. Urine berdarah sering terjadi tanpa tanda-tanda atau gejala lainnya, karena hanya dapat dilihat menggunakan mikroskop ketika dokter melakukan tes urine. Tetapi jika melihat urine berwarna kemerahan atau berdarah, segera konsultasikan kepada dokter.

 

 

Ketika terkena masalah hematuria, ginjal atau bagian saluran kemih Anda memungkinkan sel darah bocor ke dalam urine. Masalah-masalah yang dapat mengakibatkan kebocoran ini adalah:

  • Infeksi saluran kemih (ISK)

  • Infeksi ginjal

  • Batu ginjal

  • Pembesaran prostat

  • Gangguan ginjal

  • Kanker

  • Kelainan bawaan

  • Kerusakan ginjal

  • Obat-obatan

  • Olahraga berat

 

 

Untuk mengetahui penyebab urine berdarah, ada beberapa tes yang harus diikuti pasien, seperti:

  1. Pemeriksaan fisik, termasuk mendiskusikan riwayat kesehatan Anda.

  2. Tes urine. Tes ini untuk melihat apakah ada kandungan sel darah di dalam urine Anda. Selain itu, pengecekan ini juga bisa melihat apakah Anda mengalami ISK atau terdapat mineral-mineral yang menyebabkan batu ginjal.

  3. Melakukan CT-Scan, MRI, atau pemeriksaan ultrasound.

  4. Uji sistoskopi. Dalam prosedur pemeriksaan ini, dokter akan memasukkan tabung tipis yang dilengkapi dengan kamera kecil ke dalam saluran kemih untuk meneliti apakah terdapat tanda-tanda penyakit.

Terkadang penyebab dari urine berdarah tidak ditemukan. Pada kasus ini, dokter akan merekomendasikan tes-tes lain, terutama jika Anda memiliki faktor risiko mengalami kanker kandung kemih, misalnya merokok, terekspos bahan-bahan kimia, atau mempunyai riwayat terapi radiasi.

 

 

Tidak ada penanganan khusus bagi hematuria. Jadi, dokter akan lebih fokus menangani kondisi yang mendasarinya. Sebagai contoh, dokter dapat memberikan antibiotik untuk mengatasi masalah ISK, meresepkan obat untuk mengecilkan pembesaran prostat, atau memberikan terapi untuk menghancurkan batu ginjal.

 

Direktori

    Proses...