My Passion is My Personal Goal

“I hated every minute of training, but I said, ‘Dont quit. Suffer now and live the rest of your life  as a champion.” -Muhammad Ali-
Sepenggal penyemangat yang pernah diucapkan petinju hebat dan legendaris dunia tersebut membawa keinginan saya bercerita mengenai apa yang pertama kali terpikirkan saat memutuskan untuk memulai hidup sehat. Mungkin sepintas berkesan aneh, karena hidup sehat sendiri sudah menjadi sebuah tujuan tersendiri walaupun lebih general. Namun jujur saja, saat memulai perjalanan hidup sehat, saya memiliki personal goal yang lebih spesifik yang kerap menjadi pegangan untuk tetap fokus pada gaya hidup sehat serta bersemangat berolahraga, terkhusus saat badan merasa malas untuk melakukannya. Nah, yang perlu diingat adalah personal goal merupakan sebuah bonus tersendiri, dan yang sebuah bonus akan didapat ketika tujuan general sudah tercapai.

Tampil Fashionable in A Good Way

Baiklah, ini merupakan personal goal pertama saya, mungkin terbayang sedikit shallow, namun sejak remaja saya jarang tampil fashionable dengan jiwa yang positif, fashion is my passion. Sayangnya fakta berkata lain saat itu, setiap saya mengenakan pakaian sebelum pergi beraktivitas kerap didahuli dengan mantra “Big is Beautiful”. Well, sampai detik ini saya masih memercayai bahwa besar itu indah, sayangnya hal tersebut tidak terjadi pada diri saya. Kepercayaan diri yang saya miliki ketika dulu berbadan sangat besar merupakan sebuah ‘paksaan’ dari mantra tersebut. Dan Saya sudah berada di titik penat untuk terus memaksa diri agar selalu percaya diri dengan kondisi tubuh tersebut. Ya, tampil fashionable, dengan kondisi badan yang proposional, tidak cepat lelah, bernapas normal dan tidak sesak, adalah visi dan gaya hidup sehat yang ingin diraih dengan mulai berolahraga, dan mengatur pola makan sehat saat ini. Terlebih lagi menggambarkan suatu hari diri saya dapat mengenakan pakaian yang lebih variatif karena pilihan ukuran yang mudah ditemukan di department store.

Pekerjaan Depan Layar di Dunia Komunikasi

Memutuskan ingin berkarir di dunia perkomunikasian seperti menjadi eksekutor atau public relation (PR) sebuah brand adalah keinginan besar dan passion sejak saya berada di bangku SMA. Namun seakan semua itu menjadi impian belaka ketika saya memulai karir sebagai copywriter di sebuah majalah fashion. Saat itu, bertemu dan berbincang dengan banyak brand ambassador, manager maupun PR dari produk kecantikan atau pun rekan dari media fashion lain, telah menjadi rutinitas mingguan saya. Melihat mereka yang terlihat cerdas, tampil energic, memesona, dan selalu penuh semangat, membuat kesimpulan tersendiri di benak saya bahwa untuk menjadi seperti mereka tentu tidak cukup dengan memiliki kemampuan berpikir dan pengetahuan yang mumpuni namun juga ditunjang dengan penampilan yang memikat. Sedangkan yang terlihat pada diri saya yang berbadan sangat besar saat itu adalah kepupusan untuk memperjuangan keinginan besar dan passion yang terpupuk sejak SMA.

Change and Don’t Quit

Saya mulai berpikir untuk berubah dan mengejar passion yang sempat tertinggal, tidak mau terlalu lama larut dalam pikiran bahwa tubuh sangat besar merupakan penyebab pupusnya hidup dalam menggapai keinginan. Sekarang, saya semakin semangat untuk memperoleh bonus dari menjalani hidup sehat yang mulai dilakoni pertengahan Februari 2016 lalu. Saya terus menjadikan bonus yang merupakan personal goal tersebut sebagai motivasi dan cambuk yang cukup keras untuk disiplin berolahraga agar mencapai gaya hidup sehat. Setidaknya saat saya menulis blog ini, keinginan pertama, tampil lebih fashionable sudah tercapai. I’m so happy about it! So, untuk kamu yang ingin memulai gaya hidup sehat, yuk cari personal goal yang lebih spesifik agar semakin giat dan termotivasi dari hari ke hari. Salam #GueSehat!