Penyakit

Sinusitis wajah

Di sekitar hidung terdapat 4 rongga sinus, yaitu sinus maksilaris (terletak di pipi), sinus ethmoidalis (di kedua mata), sinus frontalis (terletak di dahi), dan simus sfenoidalis (terletak di pelipis).

Sinusitis, juga dikenal sebagai rhinosinusitis, adalah peradangan atau pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus. Akibatnya, sinus yang biasanya berisi udara menjadi terisi cairan. Dan, kuman seperti bakteri, virus, dan jamur akhirnya dapat berkembang dan menyebabkan infeksi. Masalah sinusitis sering ditemui di negara dengan 4 musim.

Sinusitis akut dapat berlangsung selama kurang dari 4 minggu. Sinusitis subakut dapat terjadi selama 4 sampai 8 minggu. Sedangkan disebut sinusitis kronis jika peradangan terjadi lebih dari 8 minggu.

 

Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko terkena sinusitis, antara lain:

  1. Segera lakukan pengobatan ketika hidung Anda tersumbat akibat flu atau alergi. Ini akan menghindari infeksi bakteri berkembang di dalam sinus.

  2. Menghindari kontak dengan penderita flu atau ISPA. Jika memang harus, sering-seringlah mencuci tangan, terutama setelah melakukan kontak dengan penderita.

  3. Tidak merokok atau mengisap cerutu. Sebab, asap yang dihasilkan akan menyebabkan peradangan pada selaput hidung dan sinus.

  4. Jika Anda memiliki alergi, maka hindari pencetus alergi. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter untuk melakukan immunotherapy.

  5. Gunakan humidifier untuk meningkatkan kelembapan udara di dalam ruangan.

  6. Pastikan anak Anda mendapatkan seluruh vaksinasi yang direkomendasikan. Beberapa vaksin, misalnya pneumococcal conjugate vaccine, bisa membantu mencegah infeksi sinus dan telinga.

 

Gejala sinusitis bermacam-macam dan dapat terjadi selama 14 hari hingga setahun. Penderita biasanya mengalami sakit kepala, napas berbau, hidung tersumbat, batuk terutama saat malam hari, daya penciuman berkurang, lendir dari hidung berwarna kuning atau hijau, nyeri pada wajah, demam, kelelahan, dan sakit gigi. Semua gejala ini cenderung memburuk ketika malam hari.

Jika sinusitis sudah kronis, gejala yang dialami dapat berupa penglihatan menjadi ganda, leher kaku, kebingungan, bengkak di sekitar mata dan dahi, demam tinggi, sakit kepala hebat, cairan hidung berubah warna, serta terdapat nanah di rongga hidung. Pada anak-anak, gejala sinusitis yang dialami adalah mudah tantrum, kehilangan nafsu makan, bernapas melalui mulut, dan suara terdengar sengau.

 

Sinusitis dapat disebabkan oleh infeksi, alergi, atau masalah autoimun. Jika disebabkan oleh virus, biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 10 hari. Bakteri yang sering mengakibatkan infeksi sinusitis di antaranya Streptococus pneumoniae, Haemophilus influenzae, Moraxella catarrhalis, Staphylococus aureus, dan Streptococus pyogenes. Sinusitis juga dapat disebabkan oleh infeksi di geraham atas.

 

Dokter akan mendiagnosis sinusitis dengan melihat gejala yang terjadi. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada hidung pasien. Jika masalah yang diderita sudah parah atau muncul kembali, Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Selanjutnya, dokter akan mencari penyebab utama dari sinusitis.

 

Jika sinusitis disebabkan oleh virus, maka hanya cukup diberikan parasetamol dan dekongestan. Sementara jika disebabkan oleh infeksi bakteri, maka perlu diberikan terapi antibiotika. Adapun antibiotik yang diberikan disesuaikan dengan kuman yang sering mengakibatkan infeksi sinusitis. Pilihan antibiotik yang digunakan yaitu amoxicilin, cefaclor, azitrimisin, dan kotrimoksazole. Apabila tidak ada perubahan dalam waktu 5 hari, kemungkinan akan diganti dengan amoxiclav.

 

Direktori

    Proses...