Penyakit

Rhinitis Alergi

Rhinitis alergi atau hay fever adalah gejala alergi yang muncul di daerah hidung. Kondisi ini kambuh karena pemicu alergi yang terhidup. Gejala umum dari rhinitis alergi adalah hidung mapet atau hidung berair, bersin, serta mata yang merah, gatal atau berair dan pembengkakan di daerah mata. Cairan yang muncul dari hidung bersifat transparan. Gejala ini akan muncul beberapa menis setelah pemicu alergi dihirup. Kebanyakan pengidap penyakit asma, atopic dermatitis, dan konjungtivitis alergi juga memiliki risiko mengalami rhinitis alergi. 

Pada umumnya, gejala rhinitis alergi tergolong ringan dan mudah ditangani, tapi Anda sebaiknya ke dokter jika:

1. Gejala yang Anda alami sangat mengganggu

2. Obat alergi atau cara untuk mengatasi alergi yang biasa Anda gunakan tidak ampuh 

3. Obat alergi yang biasa Anda minum mengakibatkan efek samping 

4. Anda mengalami penyakit lain seperti asma, sinusitis dan polip dalam rongga hidung yang dapat mengakibatkan rhinitis alergi yang semakin parah

5. Demam 

6. Gejala rhinitis alergi tidak kunjung membaik

Walaupun gejala alergi berbeda untuk setiap pengidap alergi, sebagian besar pengidap rhinitis alergi akan mengalami gejala ringan yang dapat ditangani sendiri. Gejala rhinitis alergi adalah:

1. Bersin-bersin

2. Hidung berair 

3. Hidung tersumbat 

4. Mata yang terasa gatal

5. Mata berair

6. Batuk-batuk

 

 

Rhinitis alergi terjadi karena sistem kekebalan tubuh melawan pemicu alergi yang dianggap sebagai hal yang berbaya. Sistem kekebalan tubuh akan melepaskan histamin dalam darah untuk menangkal pemicu alergi. Hal ini akan mengakibatkan pembengkakan dan iritasi di daerah hidung. Pemicu alergi bisa masuk ke dalam tubuh via hidung, contohnya: 

1. Tungau debu

2. Serbuk sari

3. Bulu hewan

 

Ada beberapa hal yang memicu rhinitis alergi dan alergi lainnya:

1. Faktor keturunan

2. Alergi lainnya 

3. Penyakit seperti asma 

4. Lingkungan

Ada beberapa jenis diagnosis yang dilakukan untuk mendiagnosa rhinitis alergi. Pada umumnya, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang Anda alami dan riwayat kesehatan, sebelum memeriksa hidung Anda. Walaupun jarang dilakukan, ada beberapa jenis proses pemeriksaan yang dilakukan yaitu endoskopi hidung, CT scan, dan nasal inspiratory flow test atau tes pernapasan melalui hidung. Tes kulit dan tes darah pun bisa dilakukan untuk menentukan jenis alergi yang Anda alami. 

 

Rhinitis alergi, seperti alergi lainnya, tidak bisa disembuhkan tetapi bisa ditangani untuk mengurangi gejala dan menghindari kambuh. Jenis penanganan pun berbeda-beda untuk setiap orang, tergantung dari tingkat keparahan gejala dan pengaruhnya kepada keseharian Anda. 

 

Berikut ada beberapa jenis cara untuk menangani rhinitis alergi: 

1. Obat-obatan

Antihistamin, dekongestan dan kortikosteroid umum digunakan untuk mengurangi gejala yang Anda alami karena rhinitis alergi. Jika gejala Anda semakin parah atau tidak berhenti, sebaiknya Anda ke dokter. Bentuk obat lainnya yang umum diresepkan untuk rhinitis alergi adalah obat semprot hidung yang mengandung ipratropium atau obat penghambat leukotrien. 

2. Imunoterapi 

3. Suntik alergi

4. Membersihkan rongga hidung 

5. Terapi alergi

 

Hindari rhinitis alergi dengan menjaga kebersihan lingkungan Anda dan menghindari pemicu alergi. 

Direktori

    Proses...