Penyakit

Radang usus (Ulcerative Colitis)

 

Ulcerative Colitis (kolitis) merupakan tipe masalah inflamasi atau peradangan usus yang paling umum terjadi. Kolitis adalah kondisi peradangan pada lapisan bagian dalam usus besar atau kolon. Masalah ini juga kerap berdampak pada bagian bawah usus besar dan rektum. Dan semakin banyak area usus besar yang terkena peradangan, maka semakin parah gejala-gejala yang dialami. Kolitis dapat menyerang segala usia. Namun, kebanyakan orang yang terdiagnosis mengalami masalah ini berusia di bawah 30 tahun.

 

 

Anda tidak dapat mencegah kolitis karena penyebab pastinya hingga saat ini belum diketahui. Tetapi, ada beberapa jenis makanan dan minuman yang memperparah gejala kolitis, sehingga perlu dihindari selama pemulihan berlangsung. Berikut di antaranya:

  1. Kacang-kacangan.

  2. Kopi, teh, dan produk yang mengandung guarana, yang biasa ditemukan dalam minuman berenergi.

  3. Sayur tinggi serat, seperti brokoli, kol, dan seledri.

  4. Biji-bijian, termasuk buah yang mengandung biji kecil (keluarga beri), serta olahannya berupa smoothies, selai, dan yoghurt dari buah asli.

  5. Jagung dan jamur.

  6. Daging berlemak.

  7. Makanan pedas.

  8. Makanan yang mengandung banyak krim.

  9. Cokelat.

  10. Soda.

  11. Alkohol.

 

 

 

Gejala yang dialami penderita saat mengalami kolitis ialah:

  1. Nyeri abdominal.

  2. Kram perut.

  3. Diare dengan atau tanpa darah dalam feses.

  4. Demam menggigil.

  5. Diare.

  6. Konstipasi.

  7. Kehilangan nafsu makan.

  8. Berat badan berkurang.

 

 

Terdapat berbagai penyebab dari kolitis, antara lain infeksi virus dan bakteri, inflammatory bowel disease, kolitis iskemik, reaksi alergi, dan kolitis mikroskopik. Diperkirakan bisa diakibatkan pula oleh respons sistem imun tubuh yang abnormal, bakteri di dalam usus, serta genetik.

 

 

Kolitis cukup mudah didiagnosis, sebab normalnya peradangan hanya mengenai usus besar dan rektum. Selain itu, perubahan pada cara kerja usus akan terlihat, misalnya sering buang air besar berdarah atau berlendir. Dokter akan melakukan sesi tanya jawab untuk mengecek riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan rontgen.

 

 

Pengobatan kolitis tergantung pada penyebabnya, dan sering difokuskan untuk meredakan gejala dan mempertahankan hidrasi. Obat-obatan dan mengganti menu harian merupakan salah satu cara untuk menangani masalah ini. Obat-obatan yang diresepkan berupa antibiotik, anti-nyeri, dan anti-radang. Meski begitu, beberapa infeksi bakteri penyebab kolitis dapat sembuh tanpa terapi antibiotik. Jika kolitis yang dialami cukup parah disertai gejala seperti demam tinggi, anemia berat, atau diare akut, maka penderita perlu dirawat di rumah sakit.

 

Direktori

    Proses...