Data Kemenkes 2025 menunjukkan, 57% masyarakat Indonesia memiliki masalaj gigi aktif dalam 12 bulan terakhir. Namun, perawatan masih menjadi prioritas terakhir. Terbukti, hanya 11% dari mereka yang punya masalah gigi ini yang mendapatkan perawatan medis.

 

Banyak faktor yang memengaruhi kenapa sangat minim masyarakat yang memilih berobat ke dokter gigi atau ke pelayanan kesehatan. Pertama, tidak paham harus mulai dari mana dan prosedur apa yang mereka butuhkan. Kedua, ada keterbatasan akses yang seringkali sulit dijangkau selain sibuk dengan rutinitas setiap hari. Terakhir masalah biaya. Sudah menjadi anggapan umum bahwa biaya ke dokter gigi mahal dan sebagian tidak transparan sejak awal.

 

“Terlebih pada generasi muda seperti Milenial dan Gen Z. Di tengah melonjaknya tren perawatan diri (self-care) dan peningkatan kualitas hidup (self-upgrading) di kalangan Gen Z dan Millennial urban saat ini, mulai dari tren skincare, olahraga, hingga gaya hidup sehat lainnya, perawatan kesehatan gigi masih sering dikesampingkan dan belum menjadi prioritas utama,” ujar Satria Situmorang, CEO SATU Dental Group saat Press Conference #BeraniTampil yang diadakan di kawasan Blok M (05/06).

 

Bagaimana mendorong generasi muda lebih peduli dengan kesehatan gigi?

 

Dari Kuratif ke Preventif

Dijelaskan drg. Melissa Delania, Sp. Pros, dari Satu Dental, sudah saatnya generasi muda mengubah paradigma "ke dokter gigi kalau sudah sakit" menjadi perawatan gigi sejak dini untuk pencegahan masalah-masalah gigi.

 

“Yang bisa kita lakukan pada usia muda adalah tindakan-tindakan pencegahan. Mungkin pada anak muda belum banyak masalah gigi tapi banyak sekali tindakan-tindakan pencegahan yang bisa dilakukan, seperti membersihkan karang gigi, terapi fluoride dan memperkuat gigi. Jadi sebenarnya kalau belum ada masalah, tetap ada banyak treatment yang bisa mencegah terjadinya masalah di kemudian hari,” jelas drg. Melissa.

 

Selain pencegahan, lanjut drg. Melissa, perawatan gigi yang bertujuan memperbaiki penampilan seperti pemutihan dan merapikan gigi juga dapat menunjang kepercayaan diri.  “Jadi treatment-treatment gigi itu luas banget, dari pencegahan, pengobatan sampai tindakan-tindakan estetik juga ada,” jelasnya.

 

Sayangnya kerap terjadi kecemasan dan kebiasaan menunda ke dokter gigi yang kemudian memicu masalah yang lebih besar.

 

"Banyak orang baru datang ke klinik ketika sudah merasakan sakit yang mengganggu aktivitas. Padahal, dari sisi medis, kebiasaan melakukan pemeriksaan rutin sejak usia muda jauh lebih efisien dan dapat meminimalkan risiko tindakan kuratif yang berat. Kami ingin mengedukasi generasi muda bahwa senyum yang sehat dan estetik adalah hasil dari perawatan yang konsisten," jelas drg. Melissa.

 

Untuk mendorong agar generasi muda lebih peduli dengan tindakan perawatan gigi, khususnya pencegahan, Satu Dental meluncurkan kampanye #BeraniTampil.

 

"Kampanye ini adalah langkah strategis kami untuk mengubah cara pandang generasi muda terhadap perawatan diri secara komprehensif. Kita sering berinvestasi besar pada penampilan luar, tetapi melupakan bahwa senyum yang sehat adalah aset kepercayaan diri yang paling utama," ujar Satrio.

 

"Banyak dari kita yang sering menunda ke dokter gigi karena bingung harus mulai dari mana atau ragu dengan biaya. Melalui campaign Berani Tampil, kami ingin menghapus kecemasan tersebut. Fokus kami adalah menyediakan ekosistem perawatan gigi yang terbuka dan ramah untuk semua orang, mulai dari perawatan dasar seperti scaling hingga whitening. Kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa merawat gigi bisa menjadi sebuah pengalaman gaya hidup yang menyenangkan, transparan, dan didukung penuh oleh keahlian tim dokter gigi kami sejak langkah pertama,” ungkap Satrio.

 

 

Kampanye ini berkolaborasi dengan kreator konten terkemuka, Keluarga Artis (Mario Caesar, Niky Putra dan Marco Ivanos), dengan tujuan mengubah cara pandang generasi muda dan keluarga modern Indonesia dalam melihat perawatan gigi sebagai bagian yang tak terpisahkan dari gaya hidup sehat yang menyenangkan.

 

Karakter Mario, Niky & Marco, yang jenaka, santai, dan apa adanya, dinilai sebagai jembatan komunikasi yang sempurna untuk mengedukasi masyarakat luas bahwa peduli pada kesehatan gigi itu bisa dijalani dengan seru dan tanpa rasa cemas. "Kami ingin mendampingi perjalanan senyum Anda melalui komunikasi yang terbuka sejak awal hingga pascatindakan, karena 'Berani Tampil kamu, didukung oleh SATU Dental dari awal sampai akhir," tegas Satria.