Beberapa hari belakangan ini, Elika, bayiku yang baru berusia 6 bulan lebih 2 minggu, terserang batuk pilek. Mungkin karena sedang musim pancaroba, ya? Batuknya berdahak, tapi pileknya, sih, untungnya tidak sampai meler terus. Papanya sudah khawatir karena sudah hampir seminggu nggak sembuh-sembuh. Padahal selama ini Elika termasuk bayi yang kuat dan kebal terhadap penyakit. Karena khawatir, papanya berencana  membawa Elika ke dokter untuk diperiksa. Tapi, saya masih merasa Elika belum perlu ke dokter. Kenapa? Saya pernah baca dari beberapa sumber, katanya batuk pilek itu sebenarnya merupakan mekanisme tubuh untuk melawan kuman penyakit dan mengamankan saluran pernapasan. Oleh karena itu, saya sih nggak merasa harus langsung buru-buru memberinya obat-obatan atau membawanya ke dokter untuk menghadapi bayi batuk pilek. Terkadang obat-obatan juga sifatnya hanya meringankan gejala, tidak menyembuhkan. Selain itu, obat-obatan memiliki efek samping yang mungkin bisa berdampak buruk pada anak, apalagi usianya masih di bawah dua tahun, karena organ tubuhnya belum sepenuhnya berkembang. Saya pikir, selama Elika belum demam dan batuk-pileknya belum begitu mengganggu dan menghambat aktivitasnya, saya belum akan membawanya ke dokter. Lalu bagaimana saya mengatasinya? Saya tetap rajin berikan ASI yang banyak. ASI memang asupan paling baik jika si Kecil mengalami gejala batuk-pilek atau demam. Kandungan dalam ASI akan meningkatkan daya tahan tubuhnya. Untungnya meskipun kadang hidungnya tersumbat dan agak sulit menyedot ASI, Elika tetap lahap minumnya. Selain memberi ASI, saya juga tetap mengusahakan agar ia makan. Sudah 2 minggu ini Elika mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI). Namun sejak batuk-pilek ini, memang nafsu makan Elika berkurang, padahal biasanya dia lahap sekali menyantap MPASI-nya. Mungkin kali ini karena hidungnya tersumbat dan banyak dahak di tenggorokannya, jadi semua makanan yang masuk ke mulutnya terasa tidak enak dan susah tertelan. Awal menghadapi bayi batuk pilek, saya buatkan puree buah-buahan yang ia suka, namun ternyata kali ini Elika menolak. Dia bahkan sudah bisa tutup mulut pada suapan ketiga dan melepehnya. Saya pikir karena teksturnya kasar, jadi pada makan berikutnya saya coba kukus lebih lama (kali ini saya memberi dia Butternut Pumpkin) lalu disaring. Ternyata dia tetap nggak mau! Hm... Mungkin kalau dikasih perasan jeruk bayi dia lebih suka. Ternyata tetap nggak mau. Kehabisan akal, saya minta Mama saya datang ke rumah untuk membuatkan bubur kaldu ayam dengan salmon, wortel, bayam, tahu, dan keju sebagai isinya. Mungkin Elika bosan makan buah terus. Ternyata juga tetap dilepeh. Last chance! Saya coba kasih dia potongan papaya yg agak besar untuk dia pegang dan makan sendiri. Lumayan mau dia gigit-gigit, meskipun ketika harus ditelan, dia melepehnya. Saya memang tidak mau memaksa dia makan. Kalau dia sudah sampai nangis, saya hentikan menyuapinya. Untungnya tetap masuk 2-3 suap. Nggak apa-apa lah, yang penting ada sedikit asupan lain yg masuk selain ASI. Selain itu, tidak memaksa dia makan juga bertujuan untuk menghindari trauma saat makan. Jangan sampai nanti dia merasa proses makan adalah proses yang tidak mengenakkan sehingga ke depannya malah jadi susah makan. Selain dari dalam, upaya penyembuhan batuk pilek Elika juga saya lakukan dari luar. Setiap habis mandi, saya gosokkan balsam Transpulmin untuk bayi ke dada, leher, dan punggung Elika agar tetap hangat. Untuk melegakan saluran pernafasannya, saya semprotkan Sterimar Baby, lalu lendirnya disedot dengan alat penyedot hingus untuk bayi. Ketika tidur juga saya teteskan inhalant decongestant oil merk Olbas for Children di selimut atau samping bantalnya. 4 tetes saja sudah cukup. Aroma mint-nya dapat membuat nafasnya lega ketika dihirup sehingga tidurnya pun tidak terganggu karena susah bernafas. Jangan lupa sering-sering cek suhu badannya! Sampai saat ini saya masih kebingungan menu apa,  ya, yang kira-kira akan disukai Elika di kala sakit begini? Besok rencananya akan membuat puree kentang dan keju, dilengkapi dengan kaldu sapi. Semoga Elika suka dan lekas pulih kembali, ya! Jika ada yang punya pengalaman menghadapi bayi batuk pilek serupa, boleh dishare, yuk.. Siapa tau bisa membantu ibu-ibu lain yang mengalami hal yang sama.