Masa anak-anak merupakan masa di mana perkembangan fisik serta otak sedang berlangsung secara menyeluruh, dan hal ini dapat dioptimalkan dengan memberikan mainan yang mendukung perkembangannya. Tetapi ketika melihat mainan yang lucu di toko, sebaiknya jangan langsung membawanya ke kasir dan memberikannya pada anak. Karena ternyata ada cukup banyak hal yang perlu menjadi perhatian sebelum membeli mainan anak. Untuk itu, yuk simak beberapa hal yang perlu diketahui sebelum membeli mainan untuk anak, serta jenis mainan yang baik untuk anak mulai dari usia di bawah 12 bulan hingga anak sekolah.

 

Keamanan Membeli Mainan

Terdapat berbagai mainan dengan berbagai warna, bentuk, serta fungsi untuk balita hingga anak-anak. Agar mainan yang dibeli dapat sesuai dengan kebutuhan dan memenuhi standar keamanan dan kenyamanan untuk anak, pertimbangkan beberapa faktor berikut:

  1. Baca label atau petunjuk pada mainan. Pada setiap mainan anak, biasanya terdapat petunjuk mengenai cara menggunakan mainan serta usia yang tepat untuk memainkannya. Ajari anak cara menggunakan mainannya dengan tepat dan sebaiknya beli mainan yang sesuai untuk usia anak. Informasi lain yang perlu dicek pada label yaitu apakah mainan tidak beracun (non toxic).
  2. Perhatikan ukuran mainan yang ingin dibeli dan pastikan tidak ada bagian yang cukup kecil hingga bisa masuk ke dalam mulut anak. Hal ini perlu dipertimbangkan agar tidak ada bagian dari mainan yang dapat tertelan oleh anak.
  3. Perhatikan jenis dan bentuk mainan. Demi keamanan dan menghindari cedera pada anak, sebaiknya hindari mainan yang memiliki sudut tajam atau mainan dengan cara ditembak, agar tidak melukai anak.
  4. Untuk boneka, beli yang dijahit dengan rapi dan tanpa hiasan manik-manik ataupun kancing-kancing kecil untuk menghindari anak tersedak.
  5. Hindari membeli mainan yang mudah meledak untuk anak-anak.
  6. Jika ingin membeli mainan yang terbuat dari plastik, pilih mainan yang terbuat dari bahan plastik yang cukup kuat dan tidak mudah patah.

 

Mainan yang tepat untuk anak sesuai dengan usianya

Agar dapat digunakan secara optimal dalam perkembangan anak, mainan yang dibeli perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak. Dilansir dari The National Association for the Education of Young Children (NAEYC), berikut panduan jenis mainan yang cocok untuk anak dalam berbagai usia.

 

Bayi usia 0-6 bulan: Mainan yang aman untuk disentuh, diemut, digoyangkan, dan memiliki suara, seperti boneka yang lembut, bola bertekstur, mainan bebentuk cincin besar, mainan kerincingan, atau mainan yang dapat dipencet-pencet.

 

Bayi usia 7-12 bulan:

  • Mainan yang aman untuk dijatuhkan dan dibawa, seperti bola, mangkok plastik
  • Mainan yang dapat disusun, seperti blocks dan kubik kayu
  • Mainan yang dimainkan menggukan otot, seperti mainan dorong-dorongan atau bola besar
  • Mainan untuk diperagakan, seperti boneka, mobil-mobilan, bebek karet untuk mandi

 

Bayi usia 1 tahun:

  • Papan atau buku dengan gambar ilustrasi ataupun gambar objek nyata
  • Mainan dengan lagu atau suara-suara
  • mainan untuk diperagakan, seperti mainan telepon dan boneka
  • mainan untuk berkreasi, seperti krayon dan kertas
  • Mainan yang dapat ditekan, digeser, didorong, serta block kayu

 

Balita usia 2 tahun:

  • Mainan yang mendorong anak untuk memecahkan masalah, misalnya puzzle kayu dengan warna atau bentuk tertentu
  • Mainan untuk anak berkreasi, seperti krayon dan kertas, papan tulis serta kapur, tinta dan kuas, serta mainan instrumen musik
  • DVD player untuk memainkan lagu-lagu
  • Mainan yang dapat dinaiki, seperti kuda-kudaan kayu

 

Anak usia 3-6 tahun:

  • Mainan untuk memecahkan masalah, seperti puzzle yang terdiri dari 12 hingga 20+ buah potongan, block yang dapat dikelompokkan sesuai dengan bentuk, warna, ukuran, jumlah, atau kriteria lain
  • Mainan untuk diperagakan dan disusun, seperti block dengan struktur yang lebih rumit, furnitur ukuran anak-anak, boneka dan aksesorisnya, mainan pasir dan air (misalnya sekop dan ember untuk di bermain pantai)
  • Mainan untuk anak berkreasi, seperti krayon dan kertas, papan tulis serta kapur, tinta dan kuas, lilin mainan atau clay, modelling tools, serta mainan yang mengeluarkan bunyi, seperti instrumen ritmik, keyboard, xylophone, marakas, dan tamborin
  • Buku dengan banyak kata dan gambar yang lebih detail
  • Sepeda, bola yang dapat ditendang dan ditangkap, mainan bowling yang terbuat dari plastik, mainan dart
  • Akses untuk bermain game interaktif pada komputer atau gadget, dimana anak bisa mengontrol dan mengeksplor berbagai level dnegan tingkat kesulitan yang berbeda