Sebagai seorang ibu yang anaknya masih dalam fase konsumsi MPASI (Makanan Pendamping ASI), sepertinya banyak sekali isu mengenai MPASI yang sering dibahas dengan ibu-ibu lainnya yang sedang menjalani fase yang sama. Salah satu yang paling sering dibahas adalah pro dan kontra MPASI instan. JadiĀ MPASI Bayi pilih instan atau rumahan. Salah satu teman saya bersikeras bahwa MPASI instan lebih baik dibandingkan MPASI rumahan karena ternyata anaknya bisa bertambah berat badannya lebih cepat ketika diberikan MPASI instan dibandingkan MPASI rumahan. Sedangkan salah satu teman saya yang lain justru berkata bahwa anaknya justru mengalami diare setelah diberikan MPASI instan. Nah, oleh karena itu saya ingin kali ini mengangkat tema pro dan kontra MPASI instan ini. Yuk coba kita telaah! MPASI Bayi Pilih Instan atau Rumahan

Pro MPASI Instan

Dulu ketika saya sedang ikut seminar mengenai MPASI yang dilaksanakan oleh dr. Tiwi, Sp.A, ia mengatakan bahwa MPASI instan sudah difortifikasi zat gizi yang baik. Hal ini tentu benar. Banyak MPASI instan yang sudah melewati proses fortifikasi, contohnya penambahan zat besi ke dalamnya. Ketika bayi berusia 6 bulan, kebutuhan zat besi dalam tubuhnya meningkat cepat. Sedangkan cadangan zat besi yang berada dalam tubuhnya dari lahir sudah berkurang. Hal itulah mengapa penting sekali memberikan makanan yang kaya zat besi pada bayi.

Baca Juga : MPASI Instan VS Rumahan

Nah, pada MPASI rumahan biasanya makanan alami tidak memiliki zat besi sebanyak yang dimiliki didalam MPASI instan. Contohnya saja pisang hanya mengandung 0.31mg zat besi. Padahal bayi 6-8 bulan setiap hari nya membutuhkan 11 mg zat besi. Jauh sekali kan perbedaannya? Nah, di sinilah MPASI instan bisa membantu untuk pemenuhan kebutuhan zat besi karena pabrik-pabrik tersebut sudah menambahkan zat besi ke dalam makanan tersebut. Oh ya, selain zat besi, biasanya MPASI instan juga difortifikasi dengan zat lain seperti DHA, omega 3 dan mineral lho! Selain itu, untuk bayi yang memiliki risiko alergi tinggi, ternyata pemberian MPASI instan lebih baik dibandingkan MPASI rumahan. Hal ini dikarenakan beberapa MPASI instan sudah mengeliminasi berbagai jenis bahan makanan pencetus alergi sehingga kemungkinan si Kecil terkena alergi ketika memakan MPASI instan tersebut pun menjadi lebih kecil lagi.

Kontra MPASI Instan

Banyak orang juga menentang pemberian MPASI instan pada bayinya dengan berbagai alasan. Salah satu yang paling sering menjadi alasan adalah karena biasanya pada MPASI instan ada tambahan garam dan gula sebagai penyedap rasa. Seperti yang kita ketahui, bayi di bawah 1 tahun memang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi garam dan gula karena sistem pencernaannya yang belum sempurna dan kedua bahan penyedap rasa tersebut ditakutkan akan memberatkan kerja ginjal si Kecil. Selain itu, juga ditakutkan jika bayi terus-menerus memakan MPASI instan, maka lidahnya akan merasa asing dengan rasa makanan yang asli yang rasanya cenderung lebih hambar dibandingkan MPASI instan. Nah, untuk hal ini saya sepertinya setuju karena sudah pernah mendengar pengalaman teman saya yang anaknya menolak makan makanan rumah karena lidahnya sudah terbiasa dengan makanan instan. Padahal sebenarnya ketika anak berusia 1 tahun, ia seharusnya sudah bisa ikut makan makanan rumah lho! Selain itu, MPASI rumahan dianggap lebih terjamin kualitas higienitasnya karena sang Ibu ataupun orang di rumah sendirilah yang memasak masakan tersebut. Saya masih ingat kurang lebih beberapa bulan yang lalu terjadi kasus di mana sebuah merek bubur MPASI instan ditarik dari peredaran karena mengandung bakteri E-Coli! Seram ya! Ketakutan karena tidak mengetahui apa dan bagaimana cara MPASI instan dibuat inilah yang akhirnya membuat banyak para ibu merasa bahwa MPASI instan bukanlah makanan yang tepat untuk diberikan kepada anak. Nah, dengan berbagai pro dan kontra diatas, kira-kira Anda akan memberikan makanan instan atau rumahan untuk anak Anda? Kalau saya sih sekarang memilih untuk lebih fleksibel. Sehari-harinya saya selalu usahakan anak saya untuk memamakan MPASI rumahan. Namun, jika memang ia sedang dalam fase GTM (Gerakan Tutup Mulut alias susah makan) ataupun saat traveling yang tidak memungkinkan untuk memasak tiap hari, saya akan memberikannya MPASI instan. Saya kira selama pemberiannya tidak berlebihan dampaknya pun tidak akan buruk! Bagaimana dengan Anda?