Penyakit

Laringitis

Di dalam laring terdapat pita suara, yaitu 2 lipatan membran mukosa yang melapisi otot dan tulang rawan. Normalnya, pita suara akan terbuka dan tertutup secara lancar membentuk suara melalui pergerakan dan vibrasinya. Namun, pita suara dapat terkena inflamasi atau iritasi, lalu membengkak. Kondisi ini biasa disebut dengan laringitis.

Pembengkakan pita suara ketika mengalami laringitis menyebabkan distorsi suara, yang dihasilkan dari udara yang melewati pita suara tersebut. Akibatnya, suara pun menjadi serak bahkan bisa hilang jika laringitis yang diderita cukup parah. Laringitis dapat terjadi secara akut ataupun kronis. Secara umum, laringitis disebabkan oleh penggunaan suara yang berlebihan atau infeksi. Dan, komplikasi yang dapat terjadi dari laringitis ialah infeksi dapat menyebar ke saluran pernapasan bagian bawah.

 

Yang perlu dilakukan untuk mencegah pita suara kering atau teriritasi ialah:

  1. Tidak merokok atau tidak berdekatan dengan orang yang merokok. Pasalnya, asap yang dihasilkan bisa membuat tenggorokan kering dan mengiritasi pita suara.

  2. Membatasi pengonsumsian alkohol dan kafein. Keduanya akan menyebabkan Anda kehilangan jumlah cairan di dalam tubuh.

  3. Minum banyak air putih. Air putih dapat membersihkan lendir yang berada di tenggorokan.

  4. Mengonsumsi buah dan sayur, terutama yang mengandung vitamin A, E, dan C.

  5. Hindari membersihkan tenggorokan Anda. Sebagian ahli berpendapat, terapi untuk membersihkan lendir di tenggorokan justru akan mengakibatkan vibrasi yang abnormal pada pita suara lalu menambah pembengkakan.

  6. Cegah masalah ISPA dengan rajin mencuci tangan serta menghindari kontak dengan orang-orang yang sedang menderita ISPA.

 

Suara serak yang terjadi dalam waktu lama terkadang merupakan sinyal kondisi medis yang serius, salah satunya laringitis. Gejala lain yang harus diwaspadai sebagai indikasi laringitis adalah:

  • Suara lemah atau hilang.

  • Sakit tenggorokan.

  • Tenggorokan kering.

  • Batuk kering

 

Pada laringitis akut, kebanyakan kasus disebabkan oleh infeksi virus atau pemakaian suara yang berlebihan dan tidak serius. Infeksi bakteri, seperti difteri, juga bisa menyebabkan masalah ini. Apabila disebabkan oleh virus, maka gejala dapat bertahan beberapa minggu.

Sedangkan laringitis yang mampu bertahan lebih dari 3 minggu dikenal dengan laringitis kronis. Tipe kondisi ini mengakibatkan luka akibat pemakaian pita suara yang berlebihan, serta tumbuh nodul atau polip di pita suara. Luka tersebut disebabkan oleh:

  • Terpapar asap dan alergen.

  • Refluks asam lambung yang naik ke laring

  • Sinusitis kronis.

  • Pengonsumsian alkohol berlebihan.

  • Penggunaan suara yang berlebihan secara terus-menerus

  • Merokok.

 

Kebanyakan kasus laringitis bersifat sementara dan dapat pulih dengan cepat. Untuk mendiagnosis laringitis, dokter akan mengecek gejala dan keluhan yang dialami pasien, salah satunya yaitu suara menjadi serak. Lalu akan dilakukan pemeriksaan fisik, berupa pemeriksaan suara dan pita suara. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pemeriksaan laringoskopi untuk mengecek kondisi pita suara.

 

Banyak mengonsumsi air putih serta mengistirahatkan pita suara sampai benar-benar pulih, merupakan penanganan awal yang bisa dilakukan oleh pasien. Namun jika Anda mengalami laringitis kronis, maka harus diobati sesuai dengan penyebabnya. Obat yang pada umumnya akan diresepkan oleh dokter adalah antibiotik untuk menghilangkan infeksi bakteri serta kortikosteroid untuk mengurangi iritasi pita suara. Sebaiknya gunakan pula humidifier di dalam ruangan rumah agar udara tetap terjaga kelembapannya.

 

Direktori

    Proses...