Masalah BAB pada bayi tak boleh dianggap remeh, sebab bisa berdampak buruk pada tumbuh kembangnya. Kebanyakan orang tua khawatir ketika bayi mereka tidak BAB dalam beberapa hari. Pada bayi usia 0-5 bulan dan masih mengonsumsi ASI, buang air besar seminggu sekali dianggap masih normal. Namun jika bayi di usia hampir satu tahun, BAB kurang dari tiga kali dalam seminggu, serta bentuknya lebih keras dibanding biasanya dan juga terlihat kesakitan saat buang air besar, apakah bayi bisa dikatakan mengalami sembelit? Apakah itu tanda bayi susah BAB?

Normalnya Bayi BAB

Bayi yang baru lahir dan diberikan ASI eksklusif wajar apabila cukup sering BAB. Intensitas BAB akan meningkat pada hari berikutnya pasca kelahiran si bayi. Pada awal kelahiran si bayi akan BAB kurang lebih 3-4 kali selama sehari kemudian menjadi lebih sering lagi selama 6 minggu pasca kelahiran ketika ASI yang Anda berikan sudah normal. Namun setelah 6 minggu ke depan, Anda jangan khawatir apabila bayi Anda tidak BAB selama beberapa hari. Sebenarnya, itu adalah normal. Why? Pada usia 4-6 bulan, bayi akan tidak BAB selama beberapa hari sebab hanya terdapat sedikit ‘limbah’ yang harus dikeluarkan dari tubuh. Bayi pada usia tersebut pun hanya mengonsumsi ASI dimana ASI merupakan nutrisi yang bergizi, sehat, dan mengandung sedikit ‘limbah’. Namun ketika bayi sudah mulai mengkonsumsi makanan padat, bayi akan mulai BAB layaknya orang dewasa.

Perlu Diwaspadai

Anda mungkin akan langsung bersikap waspada dan khawatir apabila bayi merasa tidak bahagia karena tidak BAB beberapa hari. Padahal Anda tidak perlu khawatir, sebab ketika Anda menyusui bayi dengan ASI risiko untuk menderita konstipasi akan lebih kecil dibandingkan dengan bayi yang diberikan susu formula. Sebagai seorang ibu, tanda-tanda ini perlu lebih diperhatikan lagi untuk membedakan BAB yang tidak teratur ini normal atau malah membahayakan bayi Anda. Berikut beberapa tanda bayi yang mengalami konstipasi/ sembelit:
  • feses kering atau keras yang sulit untuk keluar.
  • jika bayi tampak tidak nyaman, mudah marah, atau menangis sebelum buang air besar.
  • kotoran dan gas yang dikeluarkan berbau busuk
  • bayi kehilangan nafsu makan
  • perut bayi menjadi keras.
  • tinja sangat cair, itu bisa berarti bahwa bayi Anda adalah menderita sembelit.

Pencegahan dan Penanggulangan

Sebenarnya, ada hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mencegah sembelit pada bayi sehingga Anda tidak khawatir bayi Anda tidak BAB beberapa hari.
  • Berikan makanan yang mengandung serat apabila bayi Anda sudah mengonsumsi makanan padat.
  • Lakukan gerakan seperti mengayuh sepeda pada kaki bayi dan mencoba pijat perut. Jika Anda menggerakkan kaki bayi seperti gerekan bersepeda dan memijat perut, hal ini dapat membantu bayi Anda untuk BAB.
  • Merangsang rectum dengan menggunakan sedikit Vaseline pada rektal. Hal ini akan menyebabkan refleks yang akan menghasilkan gerakan usus. Anda juga bisa menggunakan supositoria atau pencahar dapat bekerja, tetapi Anda perlu izin dokter Anda terlebih dulu supaya benar-benar sesuai dengan kondisi bayi.
Nah Moms, itu dia tanda bayi susah BAB. Anda perlu benar-benar cermat dan berikan perhatian lebih kepada bayi Anda agar kesehatannya tetap terjaga dan mencegah sembelit pada bayi.