Double the fun, double the happiness, double the trouble.

Pernyataan di atas mungkin tepat untuk menggambarkan kehidupan dengan anak kembar. Selain jumlahnya yang lebih banyak, keseruan, kebahagiaan, hingga kerepotan yang akan dirasakan oleh orang tua pun akan menjadi berlipat. Kehamilan kembar bukan lagi hal yang jarang terjadi. Kini, bahkan kehamilan dengan jumlah janin lebih dari 2 sudah cukup umum ditemukan. Tentunya kebahagiaan orang tua pun akan berlipat ganda. Tetapi sebelum berbahagia dalam menyambut kelahiran si Kembar, ada baiknya para calon ibu fokus untuk mencapai kehamilan yang sehat dan baik dulu, karena pastinya akan ada perbedaan kebutuhan dan gejala pada kehamilan bayi kembar dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Jika belum tahu, berikut hal-hal yang perlu diketahui oleh ibu dengan bayi kembar.

 

Butuh 2 kali lebih banyak asupan asam folat

"Wanita yang hamil dengan bayi kembar membutuhkan jumlah asam folat 2 kali lebih banyak untuk menghindari cacat atau kelainan pada janin," ungkap Manju Monga, M.D., dari University of Texas Health Sciences Center. Jumlah asam folat yang direkomendasikan untuk wanita hamil yaitu 1 miligram asam folat bagi yang memiliki janin kembar, dan 0.4 miligram untuk kehamilan tunggal.

 

Tambah nutrisi, tetapi…

Selain asam folat, tentunya keseluruhan nutrisi dan kalori yang dibutuhkan ketika hamil bayi kembar juga bertambah. Tetapi, wanita hamil tidak perlu menambah asupan kalori hingga 3 kali lipat karena menganggap bahwa mereka makan untuk 3 orang. Faktanya, wanita hamil hanya membutuhkan 300 kalori ekstra per hari, dan wanita yang hamil bayi kembar membutuhkan sekitar 500-600 ekstra kalori.

 

Bersiaplah untuk merasakan mual berlebih!

Dibanding mereka yang hamil dengan 1 bayi, wanita yang memiliki 2 janin di dalam rahim akan merasakan morning sickness atau rasa mual serta muntah yang lebih parah. Mengapa? Karena kehamilan kembar memicu produksi hormon hCG yang lebih banyak. Nah, hormon inilah yang bertanggung jawab atas rasa mual yang dirasakan ketika hamil. Walaupun ada wanita beruntung yang tidak mengalami morning sickness, bagi yang mengalaminya tidak perlu khawatir. Morning sickness biasanya berakhir ketika memasuki minggu ke 12 hingga 14 kehamilan.

 

Prosedur sesar lebih umum dilakukan dalam kehamilan kembar

Tergantung dari jenis kembar bayi, posisi, dan berbagai faktor lainnya, kelahiran normal sebenarnya mungkin untuk dilakukan pada wanita dengan bayi kembar. Kehamilan kembar tidak identik (fraternal twins) umumnya masih lebih mungkin untuk dilahirkan dengan cara normal melalui vagina, karena janin memiliki kantung ketuban dan plasentanya sendiri. Sedangkan bayi kembar identik (identical twins) lebih berisiko untuk dilahirkan secara normal, karena mereka hanya memiliki 1 ketuban dan plasenta. Jika tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal, maka prosedur sesar akan menjadi solusi satu-satunya. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan metode kelahiran yang tepat bagi si kembar ya, moms!

 

Bersiap pula untuk kelahiran lebih cepat

Sekitar 60% wanita dengan bayi kembar melahirkan di usia kehamilan menginjak 37 minggu, dari yang biasanya sekitar 40 minggu dalam kehamilan tunggal. Dengan kelahiran lebih cepat, bayi kembar juga memiliki risiko gangguan pernapasan yang lebih tinggi serta berat badan yang rendah.


Nah moms, sudah siapkah menjalani 2 kali lipat keseruan dalam menyambut si Kembar?