Menyandang predikat penderita diabetes bukan halangan untuk berolahraga. Banyak atlet penderita diabetes yang tetap berprestasi di tingkat internasional. Selain berprestasi, olahraga memiliki banyak sekali manfaat kesehatan, terutama bagi penderita diabetes.

 

Salah satu manfaat penting olahraga adalah memperkuat sistem kerja jantung dan pembuluh darah, menguatkan otot di seluruh tubuh, menurunkan berat badan, meningkatkan ketrampilan atletik dan menghilangkan stress. Bagi penderita diabetes, ada manfaat tambahan berolahraga yakni meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kontrol gula darah lebih baik.

 

Saat tubuh aktif bergerak, maka proses metabolisme ikut meningkat. Otot-otot tubuh, terutama di bagian tubuh yang aktif bergerak saat berolahraga, memerlukan banyak gula untuk diolah menjadi energi. Ia menarik banyak gula dari darah. Dampaknya, kadar gula di darah jadi menurun.  

Baca juga: Turunkan Gula Darah Tinggi dengan Tips Aman Berikut!
 

Jika dilakukan secara rutin, olahraga akan memberikan manfaat jangka panjang bagi penderita diabetes, di antaranya mencegah penyakit jantung, stroke, kanker, dan berbagai penyakit kronis lain. Penelitian menunjukkan, orang yang rutin berolahraga mengalami penurunan risiko penyakit kronis hingga 50 persen dan risiko kematian menurun 30 persen. Olahraga juga sangat efektif untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak rentan terkena infeksi.

 

Lantas olahraga seperti apa yang disarankan bagi penderita diabetes? Definisi olahraga yang sehat adalah latihan 150 menit dalam seminggu secara rutin, dengan intensitas aerobik moderat (sedang atau bukan olahraga high impact). Misalnya jalan cepat, jogging ringan, bersepeda, tenis, badminton, dan berenang. Seratus lima puluh menit dalam seminggu bisa dibagi menjadi 15-30 menit per hari.

 

Bagi yang tidak sempat meluangkan waktu berolahraga ke luar rumah, dapat melakukan aktivitas di rumah yang sama-sama menghasilkan keringat, seperti memotong rumput, mencuci mobil, atau mengepel lantai.

 

Intinya tetaplah bergerak! Menjalani kehidupan dengan lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau televisi hanya meningkatkan risiko kegemukan dan berujung pada penyakit kronis seperti penyakit jantung di masa depan. Penderita diabetes sendiri sudah berisiko mengalami penyakit jantung, apalagi jika ditambah kurang aktif bergerak, maka risiko pasti akan bertambah.

Baca juga: Jangan Sampai Obesitas Ya, Gengs!
 

Meskipun tidak diragukan lagi manfaat olahraga bagi penderita diabetes, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, agar aktivitas olahraga tidak membahayakan.

 

1. Hati-hati hipoglikemia

Saat berolahraga, ada risiko terjadi hipoglikemia, yaitu kadar gula sangat rendah. Apalagi bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin dan obat dari golongan sulfonilurea. Untuk mencegah hipoglikemia, dianjurkan makan cukup karbohidrat atau sedikit mengurangi dosis obat diabetes sebelum berolahraga.

 

2. Tetap cek kadar gula

Selama melakukan aktivitas olahraga, usahakan tetap menyempatkan memeriksa kadar gula, untuk menghindari hipoglikemia yang tidak terdeteteksi. Hipoglikemia sangat berbahaya, karena dapat menyebabkan syok dan kematian. Tes kadar gula dianjurkan jika durasi olahraga cukup lama. Data menunjukkan, durasi olahraga yang panjang menghadirkan risiko hipoglikemia dalam waktu 48 jam sesudahnya.

 

3. Pilih jenis olahraga yang tepat

Tidak semua jenis olahraga memberikan manfaat yang sama untuk semua penderita diabetes. Konsultasikan dengan dokter, olahraga apa yang paling sesuai. Umumnya, jenis olahraga dipilih berdasarkan kondisi penderita diabetes, misalnya kondisi fisiknya lemah atau kuat, serta ada komplikasi penyakit lain atau tidak. Kemudian disesuaikan dengan jenis obat yang digunakan.

Baca juga: 7 Latihan yang Membuat Kamu Tahan Lama saat Berhubungan Seks
 

Jika sudah mengetahui manfaat olahraga, maka sangat disayangkan jika penderita diabetes masih enggan melakukannya. Olahraga adalah cara yang mudah, murah, dapat dilakukan kapan saja, dan manfaatnya langsung dapat dirasakan. Apapun tujuan olahraga, untuk mengejar prestasi atau hanya bersenang-senang saja, olahraga tetap yang terbaik dalam mengelola kadar gula darah, selama dilakukan dengan benar, terukur, dan rutin. (AY/AS) 

 

 Membakar kalori dengan kegiatan sehari-hari - guesehat.com