Online merupakan kegiatan wajib atau bahkan telah menjadi rutinitas, terutama untuk para remaja saat ini. Tak jarang saya menemukan aktivitas tersebut dilakukan di berbagai tempat baik yang wajar maupun yang tidak wajar. Mungkin Anda akan berdecak setiap berpapasan atau melihat seorang yang tertawa dengan HP-nya, atau seorang berjalan dengan pandangan mata yang terpusat pada layar digenggamannya. Bahkan yang paling aneh, adalah mengendarai sembari menatap smartphone. Saya pikir ini kondisi “aneh” yang mewabah. Anda mungkin awalnya mengkritisi orang-orang tersebut, tapi secara tidak langsung Anda pun akan melakukan kegiatan tersebut. Entah disadari maupun tidak. Saya pun begitu.

Apakah Anda terbiasa “lengket” dengan gadget?

Perasaan cemas jika tidak membawanya ke suatu tempat? Coba pikirkan kembali! Mengapa hal tersebut terjadi pada kita? Terbesit jawaban paling aman adalah faktor “zaman”. Akibat perkembangan era teknologi, semua pun berubah. Namun tanpa Anda sadari, perubahan tersebut tidak selamanya baik, loh! Seperti yang saya alami akhir-akhir ini. Telah saya sadari, tetapi tidak dapat dihentikan. Gawat! Rasanya seperti kecanduan. Sebelum tidur malam, merupakan kondisi yang nyaman untuk bermain gadget. Entah bermain game, chatting, atau sekadar membaca artikel. Hingga tanpa disadari, yang awalnya dijadwalkan bermain untuk 1 jam, tetapi karena semakin seru, menjadi lupa waktu. Akibatnya, saya masih terjaga di tengah malam. Untungnya, saya masih ingat jika esok hari harus kembali bekerja. Saya pun segera mematikan gadget dan lekas tidur. Namun ternyata, apa yang terjadi adalah berlawanan dengan harapan! Saya tidak dapat tidur. Sedikit susah untuk segera terlelap, padahal waktu terus berjalan. Saya terus memikirkan berapa waktu yang tersisa setiap kali terbangun. Dan itu membuat saya stres! Tidur saya menjadi tidak nyaman. Padahal sudah beberapa kali “menguap”. Akhirnya entah di menit ke berapa saya pun terlelap. Namun tak berapa lama, saya harus kembali bangun. Rasanya sangat berat untuk membuka mata. Alhasil paksaan tersebut membuat hari saya terasa lama.

Lalu, apakah ada hubungannya dengan gadget? Atau hanya sekadar berkurangnya waktu tidur?

Menurut beberapa artikel, kedua hal tersebut saling berhubungan. Tentu kurangnya waktu tidur membuat kondisi tubuh menjadi lelah di pagi hari. Kemudian yang membuat kita susah terlelap, akibat adanya radiasi yang memaksa otak terus bekerja. Otak berhubungan dengan mata dan segala organ lainnya. Sehingga tubuh akan menganggap jika kita masih ingin beraktivitas. Sedangkan tidur merupakan hal yang bertentangan dengan aktivitas aktif. Tahukah Anda efek main gadget terlalu lama pada malam hari?  Menurut penelitian Lighting Research Center (LRC) di Rensselaer Polytechnic Institute mengungkapkan jika smartphone menghancurkan melatonin.

Apa itu melatonin?

Melatonin merupakan hormon yang terbentuk dari kelenjar pineal dan berfungsi sebagai “alarm tidur” di malam hari. Hormon ini dapat hancur jika terpapar radiasi atau sinar di malam hari. Oleh sebab itu, dapat mengganggu kualitas tidur seseorang dan berdampak pada sistem organ lainnya. Beberapa penyakit yang mungkin dapat diderita adalah obesitas, diabetes, penyakit jantung, dan kanker payudara. Untuk itu, saya pun mulai mencoba untuk tidak bermain gadget 1 jam sebelum tidur. Meskipun saya sadari sangat sulit, tetapi memang harus dilakukan. Mengingat dampak negatif bermain gadget pada jam tidur saya.