cegah kanker payudara_1360 Kanker payudara selalu membayangi kehidupan perempuan, terutama ketika sudah berusia di atas 30 tahun. Begitu pun dengan diri saya saat ini. Dari yang dulunya cuek menyantap junk food tiap kali kongko, maupun menenggak liquor saat kumpul-kumpul malam akhir pekan, kini saya jauh lebih berhati-hati untuk tidak seenaknya “menikmati hidup”. Titik balik ini dimulai ketika satu per satu keluarga saya mengidap kanker. Mulai dari kanker paru-paru sampai kanker usus. Lalu beberapa teman Ibu, juga anak temannya Ibu yang sepantaran dengan saya, didiagnosa kanker payudara. Salah satu dari mereka bahkan aktif menyusui ASI sampai usia anaknya 2 tahun! Melihat fakta-fakta tersebut, saya mulai merenung dan memutuskan, bahwa sekadar menyusui ASI eksklusif saja tidak cukup untuk membuat kita terhindar dari kanker payudara. Harus ada tindakan aktif dan berkelanjutan yang akhirnya menjadi sebuah kebiasaan, untuk hidup lebih sehat. Banyak yang sudah merasa hidup sehat hanya karena tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol, tetapi sehari-hari masih tidur malam kurang dari 6 jam. Dulu saya termasuk yang seperti ini dan menjadikan profesi saya sebagai penulis—inspirasi datang justru saat malam hari!—sebagai pembenaran. Untungnya kekeraskepalaan ini tidak berlangsung lama; saya menyadari bahwa kurang tidur di malam hari juga berkontribusi terhadap suburnya pertumbuhan sel kanker.

Hidup sehat yang sesungguhnya

Setelah mengamati para penderita kanker di sekeliling saya; mengobrol dan mendengarkan curhat mereka atas apa yang seharusnya mereka lakukan dulu (sebelum terkena penyakit ini), ada benang merah yang sangat jelas yang bisa saya tarik tentang hubungan antara tubuh sehat dan pikiran positif. Ya, kuncinya ada pada tubuh dan jiwa yang sehat. Keduanya saling bersinergi hingga mampu menciptakan daya tahan tubuh yang kuat sehingga seseorang sehat sehat secara menyeluruh. Bukan hanya sehat tubuhnya karena doyan makan raw food, tetapi pikiran sering sinis dan mendendam, atau justru hidup happy dan dibawa gampang, namun makan dan minum hanya sekenanya, tanpa memperhatikan kadar gizi dari apa yang masuk ke dalam mulut.

Baca Juga : Mengobati Kanker Payudara, Pengobatan Medis atau Alternatif?

Cara sederhana untuk cegah kanker payudara

Saya sudah membaca puluhan artikel tentang cara mencegah kanker secara umumnya, dan khususnya kanker payudara. Sebagian besar artikel tersebut menyuguhkan kiat-kiat yang terlalu sulit untuk dilakukan bagi kebanyakan orang, seperti menjadi 100% vegetarian maupun stop sama sekali konsumsi gula. Setelah membaca artikel seperti itu, sering kali kita malah merasa down, tidak termotivasi. Karena sadar bahwa hidup lebih sehat itu penting—sama pentingnya dengan kondisi jiwa yang tidak stres dengan menerapkan cara-cara yang lebih bersahabat—saya pun menyimpulkan bahwa untuk memulainya ternyata tidak sesulit yang kita kira. Cukup lakukan 5 hal berikut secara terus-menerus dan lihat hasil nyatanya:
  1. Ganti camilan dengan buah

Merasa lapar itu wajar dan tak perlu disangkal dengan tidak makan sama sekali, atau diikuti secara gelap mata dengan makan rakus apa saja yang ada di depan mata. Ikuti sinyal tubuh tersebut dengan tetap mengudap, tetapi perhatikan apa yang menjadi pilihan kudapan kita; apakah itu mie ayam atau 2 butir apel? Usahakan untuk selalu dahulukan menyantap buah. Bawa buah ke mana pun kita pergi dalam kotak Tupperware. Atau, agar tidak ribet, bisa juga dengan membelinya di mini market yang bertebaran di sekitar kita. Toko-toko seperti itu kini juga menyediakan pisang, apel, dan pir. Dengan lebih banyak makan buah yang kaya akan gizi dan air, tak hanya tubuh akan lebih ternutrisi, tetapi juga akan memangkas kesempatan kita mengudap jajanan yang kurang sehat.
  1. Bergerak aktif setiap hari

Kalau tidak sempat berolahraga tiap hari, bahkan yang durasinya sesingkat 10 menit, sudah tidak menjadi alasan lagi bagi kita untuk tidak bisa bergerak aktif. Usahakan untuk mencapai target 10.000 langkah per hari, baik itu dengan cara berjalan ke terminal bus, memarkir kendaraan lebih jauh, turun menggunakan tangga ketimbang lift, sampai sempatkan untuk bermain kejar-kejaran bersama Si Kecil. Ini tak lain karena bergerak aktif dan berolahraga sudah terbukti menurunkan kemungkinan terkena kanker payudara.
  1. Coba berpuasa

Puasa diyakini mampu menekan pertumbuhan sel kanker! Tak hanya itu, dengan rutin berpuasa kita jadi paham bahwa tubuh ternyata tidak memerlukan makanan sebanyak itu. Mulai dengan berpuasa satu kali dalam seminggu dan lakukan ini selang-seling dengan kegiatan olahraga. Hasil yang saya rasakan? Bukannya tambah lemas, tubuh justru terasa lebih bugar.
  1. Jaga berat badan tetap ideal
Jika kita sudah mampu menjadikan poin 1, 2, 3 di atas menjadi kebiasaan, maka upaya menjaga berat badan tetap ideal bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Seperti yang sudah kita ketahui sebelumnya, kegemukan merupakan jalan awal menuju penyakit-penyakit degeneratif yang salah satunya adalah kanker.
  1. Kelola stres
Yang terakhir, dan sayangnya, sering terabaikan adalah jangan berlarut-larut dalam keadaan stres. Apa sih stres itu? Saya mengartikannya sesimpel: you are here, but wanting to be there. Stres adalah kondisi di mana kita tidak bisa menerima apa yang terjadi saat ini. Sedikit stres bagus untuk menjadi penyemangat kita untuk berusaha lebih baik lagi dalam mencapai sesuatu. Tetapi, stres yang berkelanjutan malah akan menjadi emosi negatif yang akan menggerogoti kita dari dalam dan membuat usaha hidup sehat kita selama ini sia-sia. Jadi, jangan ragu untuk mulai belajar mengelola stres, menerima apa yang tidak bisa kita ubah, dan mencoba hidup lebih sadar, lebih ikhlas lagi. Perlahan-lahan saya bisa mengubah gaya hidup menjadi seperti ini, walau awalnya untuk tidak minum liquor dan  tidak merokok adalah sesuatu yang amat menantang bagi saya. Maka itu, saya pun yakin Anda bisa melakukannya demi hidup terbebas dari kanker payudara. Yuk, ceritakan sepertii apa perjalanan dan upaya untuk hidup lebih sehat yang sudah Anda lakukan selama ini. Pastinya kisah tersebut akan sangat menginspirasi!