Penyakit

Anoreksia

Anoreksia atau anoreksia nervosa merupakan gangguan kesehatan jiwa, yaitu ketika penderita terobsesi untuk memiliki tubuh yang kurus dan memiliki ketakutan berlebih jika tubuhnya terlihat gemuk. Sering kali penderita anoreksia merasa tubuhnya masih kurang kurus atau kegemukan, walaupun kenyataannya tidak seperti itu.

Anoreksia nervosa merupakan gejala psikologis dan tidak bisa dicegah sepenuhnya. Orang tua berperan penting dalam memberikan pendidikan sejak dini kepada anak, terutama dalam mengajarkan pentingnya mengatur pola dan jenis makanan. Selain itu, orang tua juga wajib memberikan pandangan mengenai bagaimana bentuk bentuk tubuh yang sehat dan ideal.


Faktor lingkungan juga bisa sangat berpengaruh. Menghindari lingkungan dengan orang-orang yang cenderung terlalu mementingkan tubuh ideal bisa membantu mencegah anoreksia. Terlalu sering melakukan diet ketat tanpa pengawasan dokter juga harus dihindari.

Gejala utama anoreksia adalah penurunan berat badan di bawah ambang batas. Penderita anoreksia seringkali sangat membatasi porsi makanan, bahkan memuntahkan kembali makanan yang sudah ditelannya (bulimia).


Rutin bercermin dan menimbang badan merupakan kebiasaan para penderita anoreksia. Selain itu, mereka juga sering melakukan olahraga secara berlebihan, mengonsumsi obat-obatan penekan nafsu makan, serta sering mengonsumsi diuretik (pembuang cairan tubuh) dan enema (pemicu pengosongan usus).

 

Karena merasa berat badannya terlalu tinggi, penderita merasa tidak percaya diri sehingga membuatnya sulit untuk bersosialisasi. Walaupun bermula dari masalah psikologi, anoreksia sangat mungkin menghasilkan gejala fisik, seperti gejala anemia, kelelahan, sakit kepala, demam, rambut rontok, dehidrasi, tekanan darah rendah, gangguan menstruasi, serta pingsan.

Banyak faktor yang menyebabkan anoreksia, yaitu meliputi faktor psikologis, faktor lingkungan, serta faktor genetika. Pola pikir dan anggapan bahwa kurus itu merupakan syarat mutlak kecantikan umumnya menjadi penyebab utama, yang akhirnya secara psikologis memengaruhi seseorang memiliki gangguan anoreksia.

 

Masa remaja ketika terjadi banyak sekali perubahan hormon dan pengaruh lingkungan juga menjadi penyebab anoreksia. Selain itu, berbagai profesi sangat rentan menyebabkan anoreksia, karena mereka diminta untuk memiliki badan yang kurus dan ideal, misalnya seperti model, penari, aktor maupun aktris, dan lain-lain.

 

Riwayat keluarga yang memiliki anoreksia lebih rentan menyebabkan anoreksia juga pada keluarganya yang lain. Secara genetika, gangguan kadar hormon dan patogenesis lainnya juga bisa menyebabkan fungsi otak yang mengendalikan nafsu makan terganggu dan berakhir dengan anoreksia.

Dokter akan mengambil data penderita untuk mengetahui pola makan, berat badannya, dan seberapa khawatir dirinya terhadap perubahan berat badan. Diagnosis anoreksia ditegakkan melalui berbagai data, yang terpenting adalah Indeks Masa Tubuh (IMT).

 

IMT adalah rasio antara berat dan tinggi seseorang dengan cara menghitung berat tubuh dalam kilogram, kemudian dibagi dengan tinggi tubuh dalam satuan meter kuadrat (m2). IMT ideal dewasa berkisar antara 18,5–22,9 kg/m2.

 

Penurunan berat badan yang drastis merupakan kunci diagnosis anoreksia. Dokter sering kali merekomendasikan untuk melakukan tes laboratorium dan scanning organ tubuh, untuk meyakinkan bahwa penurunan berat badan bukan berasal dari penyakit lain dan kerusakan organ.

Anoreksia tidak bisa diobati secara jangka pendek. Penderita anoreksia harus meningkatkan berat badannya secara aman dan perlahan. Target peningkatan sebanyak setengah sampai satu kilogram harus diawasi oleh dokter. Selain dari asupan makanan sehari-hari dengan kadar gizi yang seimbang, penderita anoreksia juga bisa diberikan suplemen makanan, vitamin, dan mineral.


Terapi secara psikologis seperti terapi perilaku kognitif, terapi kognitif analitik, dan terapi interpersonal bisa dilakukan untuk memperbaiki pola pikir penderita anoreksia. Masalah psikologis akibat anoreksia juga bisa ditangani dengan obat-obatan, seperti antidepresan dan antipsikotik.

 

Jika terjadi komplikasi akibat anoreksia, sebaiknya penderita segera dirujuk ke rumah sakit. Cairan infus dan selang nasogastrik bisa diberikan kepada penderita, untuk menunjang asupan makanan dan nutrisi selama perawatan.

Direktori

    Proses...