Rasanya, sebuah keluarga baru terasa sempurna jika sudah dikaruniai anak. Benar begitu bukan? Sebagian besar pasangan pun menghendaki kehadiran buah hati dalam pernikahan mereka. Anak dianggap dapat membawa kehidupan perkawinan menjadi  lebih membahagiakan dan bertahan lama. Tapi, kehamilan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak wanita seusia Anda yang sudah memiliki satu, dua, bahkan lebih dari tiga anak. Sayangnya, tidak sedikit juga wanita yang merasakan betapa sulitnya menghadirkan anak dalam keluarga. Keadaan ini biasanya sering disebut sebagai ketidaksuburan, yang bisa saja terjadi pada perempuan di usia muda maupun tua. Menurut Dr. Alan B. Cooperman dari Mount Sinai Hospital dan Reproductive Medicine Associates New York, banyak wanita yang merasa kaget ketika mengetahui ternyata keadaan reproduksi manusia bisa menjadi sangat buruk. Dirinya menjelaskan jika keadaan sel telur pada perempuan tidak se normal yang dikira, bahkan hanya sekitar 15 hingga 20 persen yang memiliki kesempatan untuk dibuahi. Tak khayal, banyak wanita yang menjadi sangat  tertekan dan stres akibat ketidaksuburan yang dialami. Apa saja hal yang dapat menyebabkan ketidaksuburan pada wanita? Berikut 6 penyebab wanita susah hamil yang bisa menjadi jawabannya!

Polycystic ovary syndrome (PCOS)

Menurut Centers for Disease Control and Prevention dari Amerika Serikat, PCOS adalah salah satu penyebab ketidaksuburan paling umum yang ditemukan pada wanita. Kondisi ini disebabkan karena ketidakseimbangan hormon yang terjadi dalam tubuh. Pemicunya dapat berasal dari kista kecil atau folikel-folikel berukuran 5 hingga 7 milimeter yang terdapat pada daerah sekitar indung telur. Naiknya hormon lutein serta kadar insulin turut mengganggu kerja ovarium sehingga menyulitkan terjadinya pembuahan secara normal. PCOS seringkali menyebabkan wanita mengalami ketidakteraturan waktu menstruasi, bahkan Anda bisa tidak mendapatkan haid selama beberapa bulan sekaligus. Selain itu, beberapa gejala yang mungkin muncul adalah rambut kepala yang semakin rontok, berat badan yang bertambah, serta kulit semakin berminyak dan berjerawat. Sayangnya, tidak semua wanita sadar bahwa keadaan tersebut menunjukkan gejala penyakit PCOS yang bisa menyebabkan ketidaksuburan.

Gangguan Hormon Lain

Sebanyak 70 persen ketidakteraturan pembuahan terjadi karena gangguan PCOS sedangkan 30 persen lainnya dapat disebabkan karena gangguan hormon lainnya. Beberapa di antaranya adalah masalah pada fungsi kerja bagian otak bernama hipotalamus dan kelenjar pituitari yang seharusnya memproduksi hormon pembuahan. Perubahan pada level hormon lain seperti hormon perangsang folikel pada wanita dan hormon prolaktin juga turut memberikan dampak buruk bagi kesuburan Anda. Dalam beberapa kasus, Anda juga dapat mengalami premature ovarian failure, atau kondisi di mana indung telur (ovarium) berhenti berfungsi sebelum Anda mencapai usia 40 tahun.

Endometriosis

Satu lagi kelainan yang bisa menghambat kehamilan Anda. Ya, endometriosis menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang sistem reproduksi kaum hawa. Penyakit ini disebabkan karena munculnya jaringan dari lapisan dalam dinding rahim atau endometrium yang tak sengaja tumbuh di luar rongga rahim. Selain menimbulkan rasa sakit, penyakit ini juga mengganggu penanaman sel telur pada saluran serta mengubah kualitas telur yang dihasilkan. Namun, jika Anda mendapatkan diagnosa endometriosis di umur yang masih muda, misalnya di bawah 30 tahun, risiko ketidaksuburan dapat menurun karena telur yang dihasilkan masih berkualitas baik dan cenderung lebih siap untuk melalui proses pembuahan normal.

Infeksi pada Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi juga dapat terkena infeksi, lho! Beberapa hal seperti penyumbatan saluran tuba falopi akibat organisme yang mencapai buluh rahim dan pertumbuhan tumor jinak dalam rahim dapat meningkatkan kadar infeksi. Gumpalan kecil polip, kista, penyakit kencing nanah (gonorrhea) serta chlamydia turut menjadi faktor tersumbatnya saluran sehingga jalur masuknya sperma menjadi terhalang dan tidak bisa membuahi sel telur.

Keinginan Hamil di Usia Tua

Beberapa di antara Anda mungkin tidak ingin cepat-cepat hamil alias memilih untuk menunda kehamilan. Berbagai alasan seperti ingin mengejar karier atau ingin berdua terlebih dahulu bersama suami mungkin menjadi pertimbangannya. Tapi, setiap keterlambatan usia yang dilalui, maka semakin besar pula risiko Anda untuk sulit hamil. Mengapa? Hal paling utama yang menjaga kesuburan Anda adalah kualitas sel telur yang diproduksi. Ketika Anda berusia sekitar 20 tahun, 90 persen sel telur yang dihasilkan berada pada keadaan yang normal dan baik. Sedangkan di atas 40 tahun, 90 persen menjadi abnormal.

Berat Badan Berlebih dan Penyebab Lainnya

Kelebihan berat badan terbukti dapat memengaruhi kemampuan sistem reproduksi wanita. Obesitas dan kegemukan dapat menyebabkan gangguan fungsi ovarium saat proses pelepasan telur berlangsung. Tahukah Anda jika ketidaksuburan juga bisa berujung pada hasil kesehatan yang normal? Menurut American Society for Reproductive Medicine, sekitar 5 hingga10 persen pasangan dapat mengalami hal ini. Ketidaksuburan pada wanita mungkin saja terjadi tanpa alasan medis yang jelas. Jika Anda mengalami masalah kesuburan di usia muda, dokter dapat memberikan pengobatan berupa obat kesuburan atau menyarankan Anda untuk mengikuti program bayi tabung. Tapi akan lebih sulit jika Anda sudah berusia di atas 30 atau 40 tahun. Setelah mengetahui keenam penyebab wanita susah hamil, sebaiknya Anda mulai merencanakan dengan baik waktu kehamilan. Kenali dengan cepat penyebab ketidaksuburan yang mungkin Anda atau kerabat alami agar dapat diatasi dengan cepat pula. Jangan menyerah ya, Ladies!