Selama masa kehamilan saya rajin banget olahraga! Bukannya apa-apa, tapi ternyata berolahraga selama masa kehamilan itu memiliki banyak keuntungan, lho! Selain membuat si ibu merasa lebih sehat, berolahraga juga dapat memperbesar peluang untuk melahirkan secara normal. Apalagi baru-baru ini bahaya virus zika mengancam para ibu hamil, tentu olahraga semakin penting untuk dilakukan. Nah, karena saya memang ingin sekali melahirkan dengan normal, informasi ini menjadi motivasi untuk tidak malas berolahraga. Penelitian lainnya yang pernah dilansir oleh ABC news juga menemukan bahwa bayi yang terlahir dan ibu yang rajin berolahraga selama hamil memiliki nilai IQ yang lebih tinggi dibandingkan yang tidal. Wah makin-makin deh saya rajin olahraga! Siapa yang tidak ingin punya anak pintar kan? Tapi saat itu aku cukup bingung, kira-kira olahraga apa ya yang cocok untuk ibu hamil? Karena kan tentu saja kita ingin olahraga yang aman untuk bayi dikandungan. Nah, yuk mari bahas beberapa pilihan olahraga yang aman dilakukan selama kehamilan!

1. Jalan kaki

Selain mudah dilakukan, berjalan kaki mungkin adalah olahraga yang baik untuk ibu hamil. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, ibu hamil bisa melakukan olahraga jalan kaki selama 30 menit sehari. Kalau sanggup, lebih dari itu pun lebih baik lagi. Kalau saya dulu hampir tiap hari berolahraga jalan kaki sekitar 40 menit setiap harinya dan ketika menjelang melahirkan, makin banyak waktu yang saya sisihkan untuk olahraga ini agar proses melahirkan bisa lebih lancar. Tetapi ibu hamil tidak boleh memaksakan diri untuk berolahraga jika memang sudah tidak kuat. Segala sesuatu yang dilakukan secara berlebihan tidaklah baik. Kalau dulu saya selagi berolahraga selalu melakukan breathing exercise untuk memastikan bahwa oksigen yang saya hirup cukup untuk diri saya dan si bayi. Cara breathing exercise ini pun mudah. Ketika sedang berjalan kaki, cobalah untuk mengucapkan beberapa kalimat. Kalau kamu tidak kesulitan dan tidak ngos-ngosan ketika mengucapkan kalimat tersebut, maka bisa dibilang, level olahraga yang kita lakukan masih aman.

2. Berenang

Berenang adalah olahraga yang paling saya senang lakukan ketika hamil. Kehamilan membuat hormon perempuan berubah dan akibatnya sering sekali merasa kepanasan! Nah, dengan berenang, enggak lagi deh merasa kepanasan! Hal lain yang saya suka adalah saya tidak merasa keberatan badan ketika sedang berenang! Satu hal yang perlu diingat, ketika berenang, seringkali kita tidak merasa bahwa kita dehidrasi. Padahal hal tersebut sangat mungkin terjadi lho! Jadi jangan lupa untuk minum segelas air putih sebelum dan sesudah berenang ya.

3. Yoga

Yoga sangat baik untuk menjaga kelenturan tubuh dan juga menghindari badan dari sakit pinggang yang sangat sering dialami oleh ibu hamil. Ketika hamil kemarin, aku bahkan sampai ikut kelas yoga hamil lho di Union Yoga! Hasilnya memang sangat terasa! Selama hamil, aku tidak pernah sekalipun merasakan sakit pinggang yang banyak menjadi keluhan teman-temanku. Selain itu yoga juga baik untuk relaksasi pikiran dan tubuh. Setiap sehabis yoga, rasanya pikiran lebih tenang dan damai. Sayangnya, masih banyak ibu hamil yang takut untuk melakukan yoga karena takut tidak lentur ataupun tidak bisa mengikuti gerakan yoga yang sering tidak biasa. Nah, kalau yoga hamil untungnya gerakan nya sudah dimodifikasi sehingga pasti aman untuk ibu hamil dengan perut besar dan juga yang tidak terbiasa melakukan yoga. Kalau tidak ada kesempatan untuk ikut kelas,, kamu bisa berolahraga yoga dengan menonton berbagai tutorial di Youtube. Aku sendiri sangat suka dengan video prenatal yoga yang dipandu oleh Lara Dutta! Gerakannya mudah dan selalu membuat aku merasa segar setelahnya!

4. Pilates

Sama seperti yoga, pilates adalah olahraga yang aman untuk ibu hamil. Beberapa kelas pilates di Jakarta bahkan memiliki prenatal pilates yang memang dikhususkan untuk ibu hamil. Pilates sendiri bahkan dipercaya sangat membantu proses melahirkan karena gerakannya menguatkan bagian tubuh seperti pinggul dan perut.

5. Angkat Beban

Kaget? Percaya enggak percaya, angkat beban adalah olahraga yang aman dilakukan selama kehamilan asal memang sebelum hamil kita sudah terbiasa melakukan olahraga ini. Beberapa waktu yang lalu, saya bahkan melihat Nadia Mulya masih mampu mengangkat beban seberat 25kg ketika perutnya sudah besar! Mungkin ketika itu, kehamlilan Nadya sudah mencapai trimester tiga. Diakuinya, angkat beban sangatlah aman asal sudah terbiasa sebelumnya dan ada pengawasan dari pelatih. Jadi jangan baru memulai olahraga angkat beban ketika hamil ya! Makanya, jangan takut ya untuk berolahraga di saat kehamilan. Ingat, justru lebih banyak manfaat yang bisa didapatkan jika berolahraga dibanding tidak. Tapi tentu saja sebelum memutuskan untuk rutin berolahraga, harus cek dulu dengan dokter kandungan masing-masing!