Home sweet home. Suatu frase yang sederhana, namun buat saya amatlah sarat makna. Frase tersebut menggambarkan betapa rumah adalah lebih dari suatu bangunan tempat berlindung, namun juga suatu tempat untuk pulang dan merasa nyaman. Walaupun berstatus sebagai wanita pekerja di ibukota, yang 24 jam dalam seharinya lebih banyak dihabiskan di kantor dengan bisingnya kemacetan, saya tetap merasa rumah sebagai sesuatu yang penting dalam keseharian. Di rumahlah kita beristirahat, membersihkan diri, makan, memasak, berkumpul bersama orang-orang tersayang, melakukan hal-hal yang kita sukai, dan masih banyak lagi. Tapi sadarkah Anda, bahwa ada banyak masalah kesehatan yang mungkin mengintai Anda di rumah? Apa pun tipe hunian yang Anda tinggali, baik itu landed house, apartemen, maupun hanya sebatas kamar kos-kosan, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan tentang tempat tinggal Anda agar kesehatan dan keselamatan Anda selalu terjaga.

Sirkulasi udara dan ventilasi

Menurut saya, sirkulasi udara yang baik adalah kunci dari rumah yang sehat. Saya selalu menyukai rumah atau bangunan dengan banyak jendela, karena membuat adanya pertukaran udara yang kontinyu di rumah atau bangunan tersebut. Selain itu, adanya banyak jendela menurut saya akan membuat rumah menjadi cerah karena sinar matahari dapat masuk dan menjadi penerang alami. Sirkulasi udara yang tidak baik dapat menyebabkan udara ‘kotor’ dari dalam rumah, semisal asap bekas memasak terperangkap di dalam rumah. Hal ini pada jangka panjang dilapor, misalnya pneumonia, apalagi jika bahan bakar yang digunakan untuk memasak adalah solid fuel (seperti kayu bakar atau batu bara). Beberapa dapur sekarang ini sudah dilengkapi dengan fume hood yang akan langsung menyerap asap bekas masakan, sehingga tidak akan menyebar ke seantero rumah. Demikian pula dengan kamar mandi, kebanyakan desain kamar mandi saat ini sudah dilengkapi dengan exhaust. Jika rumah Anda belum memiliki fasilitas seperti ini, membuka jendela saat memasak dapat menjadi opsi yang baik agar terjadi pertukaran udara. Pun di kamar mandi, menempatkan sedikit celah ventilasi udara juga dapat menjadi opsi. Bicara tentang ventilasi, jika tempat tinggal Anda berada di daerah endemik penyakit yang disebabkan oleh nyamuk seperti malaria, ada baiknya Anda memasang semacam kawat pelindung di setiap jendela Anda untuk menghindari masuknya nyamuk terutama saat Anda tidur.

Instalasi listrik

Jika kita mencermati beberapa berita yang muncul di media, maka kita akan menemukan banyak sekali berita mengenai kejadian kebakaran di lingkungan rumah tinggal. Dan salah satu pemicunya adalah hubungan arus pendek listrik. Listrik memang sangat kita butuhkan dalam hidup kita, apalagi di masa sekarang dimana hidup kita banyak bergantung pada peralatan elektronika. Saya sendiri merasa sangat hampa setiap kali terjadi pemadaman arus listrik oleh PLN. Rasanya geje banget, enggak bisa berbuat apa-apa! Namun, keamanan instalasi listrik di rumah juga harus menjadi perhatian kita. Pastikan instalasi listrik di rumah kita sudah terpasang dengan baik dan berasal dari sumber yang resmi pula. Periksa juga kabel-kabel yang kita gunakan di rumah tidak ada yang terkelupas agar tidak menyetrum saat digunakan. Jika sedang bepergian meninggalkan rumah, pastikan semua alat elektronik berada dalam kondisi off. Kalau saya sih, paling suka melupakan charging cable hand phone terpasang terus di stop kontak saat sedang tidak dipakai. Tapi pelan-pelan saya mulai disiplin dan mencabutnya kembali setelah digunakan, soalnya serem juga kalau sampai dia menimbulkan hubungan arus pendek atau semacamnya! Jika Anda memiliki anak balita, ada baiknya menutup semua stop kontak yang tidak digunakan dengan isolasi atau lakban. Agar balita Anda tidak memasukkan tangannya ke dalam stop kontak tersebut.

Pengelolaan air di rumah

Air adalah suatu sumber daya yang sangat vital untuk kehidupan, pun dalam kehidupan di rumah. Ayah saya pernah berujar, percuma memiliki suatu rumah yang bagus bak istana namun tidak memiliki asupan air yang memadai. Benar juga, ya. Air kita gunakan untuk mandi, mencuci, memasak, membersihkan ini itu. Tapi, air juga dapat menjadi ‘musuh’ bagi kesehatan kita jika tidak dikelola dengan baik. Pertama, adanya genangan atau tampungan air adalah sarang favorit bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Nyamuk ini adalah pembawa virus dengue yang menyebabkan demam berdarah. Oleh karena itu, sesuai dengan Gerakan 3M yang dikampanyekan oleh Kementerian Kesehatan, kita wajib menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang bekas yang dapat menjadi tempat tampungan air. Saya sendiri sih, lebih suka kamar mandi dengan model shower, tanpa bak penampungan air. Selain supaya enggak ada tempat buat berkembang biak nyamuk, alasan berikutnya adalah karena membersihkan bak mandi itu pekerjaan rumah yang melelahkan, hihi. Bicara soal wadah yang menampung air, saya juga selalu langsung mencuci peralatan bekas makan atau memasak. Sebaiknya jangan dibiarkan tergeletak di sink Anda tanpa dibersihkan, apalagi dalam keadaan direndam, wah bisa jadi sarang nyamuk lho! Saluran pembuangan air juga menjadi salah satu hal yang patut Anda perhatikan. Selokan yang mengalir lancar dan tidak berbau adalah hal yang sebaiknya diwujudkan. Hama bernama tikus suka hidup di selokan yang mampet, dan dapat menyebabkan penyakit seperti disentri. Jadi, rajin-rajin cek kebersihannya ya!

Penyimpanan bahan-bahan pembersih

Melakukan pembersihan rumah adalah kunci dari kesehatan rumah kita menghindari masalah kesehatan. Prosesi membereskan tempat tidur, menyapu, mengepel, membersihkan kamar mandi, mencuci, semuanya pasti menjadi ritual yang akrab di keseharian Anda. Melalukan pekerjaan rumah tangga memang saya akui melelahkan sekali secara fisik. Dan herannya, rumah yang sudah kinclong dibersihkan bisa menjadi kembali berantakan hanya dalam hitungan menit saja! Aduh, makin lelah jadinya! Tapi apapun yang terjadi, demi menjaga kesehatan, semua prosesi tersebut harus tetap kita lakukan. Baik dengan bantuan asisten rumah tangga ataupun dikerjakan gotong royong antara semua anggota keluarga. Nah, jangan lupa perhatikan juga penyimpanan bahan-bahan yang Anda gunakan sebagai pembersih, ya! Misalnya cairan pembersih lantai, pembersih kamar mandi dan toilet, deterjen, bahkan hingga pewangi ruangan. Sebaiknya semua cairan tersebut ditempatkan dalam wadah yang tertutup rapat, karena beberapa zat dapat bersifat toksik bagi pernapasan apabila dihirup terus menerus dalam waktu lama. Sediakan pula suatu tempat atau rak tersendiri yang tidak dapat dijangkau oleh anak Anda. Beberapa cairan pembersih (terutama untuk lantai kamar mandi) agak ‘keras’ untuk tangan, sehingga sebaiknya Anda menggunakan sarung tangan saat sedang bekerja dengan bahan tersebut. Itulah dia beberapa hal yang sebaiknya kita perhatikan dari tempat tinggal kita, agar tidak menjadi sumber yang membahayakan kesehatan. Menyediakan sirkulasi udara yang baik, memastikan instalasi listrik terpasang dengan aman, memperhatikan penyimpanan dan saluran air, serta melakukan pembersihan secara teratur. Hidup sehat dimulai dari lingkungan tempat tinggal, lho! Salam sehat!