Memiliki anak bukanlah hal yang mudah. Tanggung jawab yang kita miliki menjadi bertambah dan  tentunya kita tidak ingin sembarangan memelihara tanggung jawab dari Tuhan ini. Oleh karena itu, setelah melahirkan saya langsung memikirkan, bagaimana caranya agar anak saya memiliki jarak umur yang pas dengan adiknya nanti. Bukannya apa-apa, tapi jarak yang pas antara anak pastinya akan membantu mereka untuk mendapatkan perkembangan yang optimal. Oleh karena itu, ketika 40 hari setelah melahirkan, saya langsung datang ke dokter kandungan untuk check up jahitan dan juga menanyakan hal tersebut. Saya pun diberikan penjelasan bahwa ada beberapa jenis kontrasepsi setelah melahirkan yang bisa saya lakukan untuk menunda kehamilan. Nah, kali ini saya ingin sharing apa saja sih kontrasepsi atau jenis kb setelah melahirkan tersebut!

Kondom

Kelebihan:
  • Kondom bisa dibilang adalah alat kontrasepsi yang paling dikenali banyak orang. Siapa sih yang tidak tahu kondom? Selain itu, kondom juga mudah didapatkan. Di supermarket ataupun minimarket sekarang bisa didapatkan kondom dengan banyak variasi dan juga ukuran.
  • Murah. Harga kondom memang sangat murah. Harga satu kotaknya hanya sekitar belasan ribu rupiah. Tergantung merk apa yang diinginkan.
  • 98% efektif mencegah kehamilan. Cukup tinggi ya angka keberhasilannya? Akan tetapi pemasangannya pun harus tepat agar tidak terjadi kebobolan.
  • Berfungsi juga untuk melindungi dari kemungkinan tertular dari Infeksi Menular Seksual dan HIV/AIDS.
Kekurangan:
  • Sebagian orang mengaku tidak menyukai sensasi yang didapatkan dari memakai kondom ketika berhubungan seks. Sehingga mereka akhirnya memilih untuk tidak menggunakannya.
  • Hanya dapat digunakan sekali. Ya, jangan menggunakan kondom berkali-kali lho! Karena penggunaan berkali-kali justru dapat membuat kondom bocor dan akhirnya mengakibatkan kehamilan.

Pil KB

Kelebihan:
  • Metode kontrasepsi setelah melahirkan ini mudah dilakukan. Ya, karena basically yang kita butuhkan hanyalah meminum pil KB tersebut setiap hari pada waktu yang sama.
  • Menurunkan resiko kanker endometrium dan tumor ovarium.
  • Tidak mengganggu hubungan seksual. Berbeda dengan kondom yang kadang membuat pemakai menjadi tidak nyaman.
Kekurangan:
  • Jika terlupa untuk meminum satu pil saja, maka kemungkinan hamil pun menjadi besar.
  • Efek samping seperti mual, sakit kepala dan rasa tidak nyaman pada payudara. Semua efek samping ini biasanya terjadi ketika awal mengkonsumsi pil KB. Seiring dengan berjalannya waktu, biasanya efek ini pun akan hilang.
  • Efek hormonal. Biasanya hal ini bisa berakibat orang yang mengkonsumsi menjadi lebih emosional.

IUD (Intrauterine Devices)

Kelebihan:
  • Jangka waktu pemakaian yang lama. Ya, maksimal jangka waktu pemakaiannya adalah 8 tahun! Lama sekali kan! Setelah 8 tahun, tentunya IUD ini perlu diganti dengan IUD yang baru supaya tidak menimbulkan masalah.
  • Tidak memerlukan perawatan. Memang IUD ini tidak perlu dirawat dengan menggunakan apapun. Hanya saja, sebagai wanita, setiap tahunnya kita diwajibkan untuk melakukan pap smear test yang berguna untuk melihat ada atau tidaknya sel abnormal didalam organ kewanitaan.
  • Tidak ada efek samping hormonal. Berbeda dengan pil KB, IUD bukanlah kontrasepsi hormonal yang bisa mengakibatkan efek samping pada kondisi dan siklus haid anda. Hal ini juga berarti, kita bisa subur dan hamil lagi begitu IUD dicopot!
Kekurangan:
  • Harga yang relatif mahal dibandingkan kontrasepsi lainnya. Kalau saya tidak salah ingat, ketika saya memasang IUD awal tahun ini, biaya nya mencapai lebih dari Rp. 1.000.000! Tapi saya rasa, karena saya bisa memakainya bertahun-tahun, harga tersebut sangatlah layak!
  • Ada kemungkinan tubuh kita tidak cocok dengan IUD. Ketika dulu saya konsultasi dengan dokter saya, beliau mengingatkan, jika dalam 3 bulan terjadi flek/perdarahan ringan, maka saya harus segera kembali dan mencopot IUD tersebut! Karena hal itu berarti tubuh saya tidak cocok dengan IUD. Tapi jika terjadi flek/perdarahan dan kram perut pada 1-2 minggu setelah pemasangan IUD, jangan khawatir, karena hal itu hanya masa penyesuaian tubuh dengan IUD yang bisa dibilang adalah benda asing.
Nah, mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan ketiga alat kontrasepsi setelah melahirkan diatas, saya memutuskan untuk menggunakan IUD. Kebetulan saya bukanlah orang yang telaten sehingga saya merasa bahwa IUD ini adalah pilihan yang terbaik. Semua orang pastinya memiliki pertimbangan yang berbeda. Tapi saya harap semua orang tua memiliki perencanaan keluarga sehingga anak-anak yang tumbuh dikeluarga tersebut pun bisa bertumbuh dengan maksimal.